alexametrics

Saudagar Keturunan Arab dan Rumah Proklamasi

loading...
Saudagar Keturunan Arab dan Rumah Proklamasi
Rumah Proklamasi tempat Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia yang berlokasi di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta. Foto/Dok/Blogspot.co.id
A+ A-
PIDATO Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP ke-44 menjadi polemik. Beberapa isi pidato yang diucapkan Megawati dinilai telah menyinggung pihak tertentu.

Adapun salah satunya ucapan Megawati yang mengutip pernyataan ayahnya, Soekarno. "Kalau kamu mau jadi Hindu jangan jadi orang India. Kalau kamu mau jadi orang Islam jangan jadi orang Arab. Kalau kamu mau jadi orang Kristen jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya yang kaya raya ini," kata Megawati

Pidato Megawati Soekarnoputri ini sempat meramaikan sosial media. Banyak netizen yang menimpali pernyataan Megawati Soekarnoputri terkesan menafikan peran orang Arab dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Beberapa di antaranya;

David Ridwan Betz ‏@davidridwanbetz Jan 11: Apalagi pidato MEGAWATI SP kemaren yg mengatakan "kalau mau jadi islam jangan menjadi org arab" nyaris dia sdh membuka konflik ke Islam

RumahAksara ‏@didienAZHAR Jan 11: Menurut Habil, Megawati tidak paham posisi agama dalam prespektif  penciptaan manusia, bahwa agama Islam bukan budaya Arab.

YACHSYA ‏@Yachsya  Jan 11: Megawati gagal "SEJARAH" Bangsa "ARAB"yang banyak melawan penjajah di Negri ini sehingga Merdeka..! Dan bangsa... http://fb.me/2GLacVQdj

Ucapan Megawati mengingatkan kembali tentang cerita mengenai seorang saudagar keturunan Arab yang tinggal di Indonesia bernama Faradj bin Said Awad Martak. Dia adalah saudagar sukses di Jakarta (dahulu bernama Batavia) di zaman kolinial Belanda. Dia juga tercatat sebagai Presiden Direktur N.V. Alegemeene Import-Export en Handel Marba.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top