Mahfud MD Sebut Politik Uang dan Identitas Jadi Penyakit Pemilu
Selasa, 08 Agustus 2023 - 12:33 WIB
loading...
Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan pemilu merupakan salah satu implementasi yang paling penting alam pelaksanaan demokrasi. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pemilu merupakan salah satu implementasi yang paling penting alam pelaksanaan demokrasi. Tujuannya memberikan dan menjamin penggunaan hak konstitusional setiap warga negara.
Untuk itu, kata Mahfud, perlu adanya antisipasi agar tidak terjadi pelanggaran yang dapat membatalkan dan menodai pelaksanaan pemilu. Menurutnya, ada dua penyakit pemilu yang perlu diantisipasi sejak dini. Yakni politik uang dan politik identitas.
Baca juga: Ditarget HT Menangkan Pemilu 2024 di Sumsel, Febuar Rahman: Siap Ketum, Target Saya Menangkan Perindo!
"Kemungkinan atau sering terjadinya politik uang, politik uang yaitu upaya memenangkan pemilu melalui pembelian dukungan," ujar Mahfud dalam Forum Diskusi Sentra Gakkumdu 'Wujudkan Pemilu Bersih' di Jawa Timur, Selasa (8/8/2023).
"Banyak, ada yang borongan melalui botoh botoh melalui pejabat di desa, di kecamatan, di KPU, banyak loh di KPU meskipun sudah independen, karena KPU bukan hanya Jakarta, itu ada sampai di daerah bahkan sampai ke tingkat TPS itu sebenarnya orang-orangnya KPU semua," sambungnya.
Tidak hanya melalui pejabat daerah, Mahfud menjelaskan politik uang juga sering dilakukan melalui serangan fajar. Kemudian penyakit kedua yang kerap terjadi, kata Mahfud, adalah penyebaran berita bohong yang berisi fitnah terhadap lawan politik, serta menimbulkan perpecahan.
"Membuat fitnah mencaci maki sesukanya atas nama demokrasi atas nama hak asasi. Ingat, para pendiri negara kita sejak awal sudah mengatakan demokrasi saja tidak boleh ada di negara ini, harus ada temennya demokrasi itu, yaitu nomokrasi," jelasnya.
Untuk itu, kata Mahfud, perlu adanya antisipasi agar tidak terjadi pelanggaran yang dapat membatalkan dan menodai pelaksanaan pemilu. Menurutnya, ada dua penyakit pemilu yang perlu diantisipasi sejak dini. Yakni politik uang dan politik identitas.
Baca juga: Ditarget HT Menangkan Pemilu 2024 di Sumsel, Febuar Rahman: Siap Ketum, Target Saya Menangkan Perindo!
"Kemungkinan atau sering terjadinya politik uang, politik uang yaitu upaya memenangkan pemilu melalui pembelian dukungan," ujar Mahfud dalam Forum Diskusi Sentra Gakkumdu 'Wujudkan Pemilu Bersih' di Jawa Timur, Selasa (8/8/2023).
"Banyak, ada yang borongan melalui botoh botoh melalui pejabat di desa, di kecamatan, di KPU, banyak loh di KPU meskipun sudah independen, karena KPU bukan hanya Jakarta, itu ada sampai di daerah bahkan sampai ke tingkat TPS itu sebenarnya orang-orangnya KPU semua," sambungnya.
Tidak hanya melalui pejabat daerah, Mahfud menjelaskan politik uang juga sering dilakukan melalui serangan fajar. Kemudian penyakit kedua yang kerap terjadi, kata Mahfud, adalah penyebaran berita bohong yang berisi fitnah terhadap lawan politik, serta menimbulkan perpecahan.
"Membuat fitnah mencaci maki sesukanya atas nama demokrasi atas nama hak asasi. Ingat, para pendiri negara kita sejak awal sudah mengatakan demokrasi saja tidak boleh ada di negara ini, harus ada temennya demokrasi itu, yaitu nomokrasi," jelasnya.
Lihat Juga :