Kritisi Rocky Gerung, JNK: Kebebasan Berpendapat Harus Hormati Hak Orang Lain

Kamis, 03 Agustus 2023 - 19:39 WIB
loading...
Kritisi Rocky Gerung,...
Koordinator Nasional Jaringan Nasional Keumatan (JNK), Nanang Firdaus Masduki. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Pengamat politik, Rocky Gerung menjadi sorotan masyarakat terkait pernyataannya tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kata-kata yang dilontarkan dinilai sebagian masyarakat termasuk dalam ujaran kebencian.

Koordinator Nasional Jaringan Nasional Keumatan (JNK), Nanang Firdaus Masduki memandang fenomena semacam ini bukanlah hal yang baru terjadi. "Kita harus jujur mengatakan bahwa ini adalah residu pertarungan politik 2019 yang sangat keras dan masih tersisa, bahkan bisa jadi sengaja dipelihara oleh pihak-pihak tertentu," kata Nanang dalam keterangan tertulis, Kamis (3/8/2023).

Nanang mengatakan, awalnya ia berharap bergabungnya Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno ke dalam koalisi pemerintah pimpinan Presiden Jokowi dapat menurunkan tensi pertarungan dan terjadi rekonsiliasi menyeluruh antarpihak yang berkompetisi. Namun ternyata hal itu tidak sepenuhnya terwujud.



Rocky Gerung yang pada Pilpres 2019 disinyalir mendukung pasangan 02, secara konsisten terus melakukan provokasi, agitasi, dan perlawanan. Bergabungnya kandidat yang didukung ke dalam koalisi pemerintah tidak serta merta diikuti para pendukungnya, sehingga keterbelahan masih terjadi.

"JNK menilai bangsa ini harus diselamatkan dari polarisasi yang merusak semacam ini," kata Nanang.

Ia menilai Setiap warga negara memiliki hak kebebasan berpendapat yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945. Namun, hak kebebasan berpendapat juga harus menghormati dan mengakui hak-hak orang lain. Haknya terhubung dengan hak orang lain.

"Model kebebasan yang absolut akan sangat membahayakan bagi keutuhan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. Keberadaban di atas segalanya," katanya.

Baca juga: Laporan Ketiga, Rocky Gerung Kembali Dipolisikan ke Polda Metro Jaya

Provokasi, narasi kebencian, dan sikap menyerang individu, termasuk Presiden Jokowi dinilai akan menyebabkan keterbelahan masyarakat semakin tajam dan membuat kohesivitas sosial kita semakin rapuh. Karena itu, Nanang meminta segala bentuk ujaran kebencian harus dihentikan.

"Jika upaya-upaya dialogis antarberbagai elemen bangsa tidak terwujud, JNK mendukung penegakan law enforcement (penegakan hukum) secara utuh," katanya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, akun Twitter @HmfaqihA mengunggah potongan video berdurasi 1 menit 38 detik terkait pernyataan Rocky Gerung dalam pertemuan aliansi gerakan buruh di Bekasi, Jawa Barat, akhir Juli 2023. Dalam video yang viral tersebut, Rocky Gerung diduga menghina sosok pribadi Jokowi.

Atas ucapannya, Rocky Gerung dilaporkan ke Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya oleh relawan Jokowi dan PDIP.

Sementara Rocky Gerung menanggapi santai pelaporan dirinya ke polisi. "Ya itu bagus, itu hak mereka melaporkan," katanya usai menghadiri acara di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Rabu (2/8/2023).
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ubedilah Badrun: Kritik...
Ubedilah Badrun: Kritik Rocky Gerung pada Tiyo Ardianto Itu Keliru
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
Dilaporkan ke Bareskrim...
Dilaporkan ke Bareskrim terkait Dugaan Ujaran Kebencian, Respons Abu Janda Mengejutkan
Andre Rosiade Laporkan...
Andre Rosiade Laporkan Abu Janda ke Bareskrim soal Dugaan Ujaran Kebencian
Patahkan Argumen Rocky...
Patahkan Argumen Rocky Gerung, Jaksa Ungkap Nadiem Makarim Sengaja Tutup Telinga ke Dirjen
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Tim Advokasi: Dedi Saputra...
Tim Advokasi: Dedi Saputra Cukup Dijatuhi Hukuman Pengawasan dan Kerja Sosial
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Akhirnya, Trio Maple...
Akhirnya, Trio Maple Haven Bisa Dikendalikan Langsung Lewat Game Mobile
Sinopsis, Pemain, dan...
Sinopsis, Pemain, dan Link Nonton Wedding Agreement di VISION+
Sukun Disebut Superfood...
Sukun Disebut Superfood Lokal Indonesia, Guru Besar IPB Beberkan Keunggulannya
Berita Terkini
Dicap Penyusup oleh...
Dicap Penyusup oleh Roy Suryo saat Sidang Praperadilan, Suhadi Beberkan Kejanggalan Materi Gugatan
UI Kembangkan RehatPod,...
UI Kembangkan RehatPod, Solusi Isi Ulang Energi bagi Masyarakat Urban
Demam Piala Dunia: Ketika...
Demam Piala Dunia: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia
Kabar Duka, Sekjen AMSI...
Kabar Duka, Sekjen AMSI Maryadi Meninggal Dunia
Mitra Fahrudin Kantongi...
Mitra Fahrudin Kantongi Dukungan dari BM PAN DIY
Raja Juli Ngaku Diberi...
Raja Juli Ngaku Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing, KPK: Jadi Pengayaan Informasi Penyidik
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved