Lantik Wakil Kepala BRIN, Megawati Titip Pesan Ini ke Amarulla Octavian
Kamis, 03 Agustus 2023 - 16:54 WIB
loading...
A
A
A
"Prioritas sesuai dengan organisasi dan tata kerja di BRIN ini. Maka saya akan menyelesaikan program prioritas yang telah disusun oleh BRIN," tutur Pati TNI Angkatan Laut lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1988 itu.
Amarulla mengaku tidak akan memprioritaskan riset di sisi militer saja setelah menjabat Wakil Kepala BRIN meskipun dirinya berasal dari TNI AL.
Menurutnya, riset yang terpenting ialah bisa bermanfaat bagi umat manusia seperti ketika peneliti menciptakan ponsel hingga kamera.
"Tidak semata-mata selalu program itu diarahkan kepada kepentingan militer. Banyak sekali teknologi militer yang sebetulnya juga bisa dikonversi menjadi teknologi komersial. Handphone, ini tadinya teknologi militer. Internet, komputer, dan kamera tetapi setelah itu karena tidak perang, jadi diperuntukkan demi kesejahteraan manusia,” jelasnya.
“Nah, jadi sebetulnya kami tidak membeda-bedakan antara teknologi itu militer atau bukan, yang penting itu bisa bermanfaat kepada masyarakat, negara, dan umat manusia. Tenaga atom yang tadinya diperuntukkan membunuh, ternyata setelah dipergunakan sekian lama, secara statistik 80 persen itu untuk kesejahteraan manusia," sambungnya.
Dia menambahkan nuklir dipergunakan untuk pertanian, kosmetik, kesehatan, dan sebagainya. "Kadang-kadang orang melihat teknologi nuklir itu ke hal yang menakutkan, padahal banyak teknologi militer yang juga bermanfaat untuk negara dan bangsa," kata Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) itu.
Amarulla mengaku tidak akan memprioritaskan riset di sisi militer saja setelah menjabat Wakil Kepala BRIN meskipun dirinya berasal dari TNI AL.
Menurutnya, riset yang terpenting ialah bisa bermanfaat bagi umat manusia seperti ketika peneliti menciptakan ponsel hingga kamera.
"Tidak semata-mata selalu program itu diarahkan kepada kepentingan militer. Banyak sekali teknologi militer yang sebetulnya juga bisa dikonversi menjadi teknologi komersial. Handphone, ini tadinya teknologi militer. Internet, komputer, dan kamera tetapi setelah itu karena tidak perang, jadi diperuntukkan demi kesejahteraan manusia,” jelasnya.
“Nah, jadi sebetulnya kami tidak membeda-bedakan antara teknologi itu militer atau bukan, yang penting itu bisa bermanfaat kepada masyarakat, negara, dan umat manusia. Tenaga atom yang tadinya diperuntukkan membunuh, ternyata setelah dipergunakan sekian lama, secara statistik 80 persen itu untuk kesejahteraan manusia," sambungnya.
Dia menambahkan nuklir dipergunakan untuk pertanian, kosmetik, kesehatan, dan sebagainya. "Kadang-kadang orang melihat teknologi nuklir itu ke hal yang menakutkan, padahal banyak teknologi militer yang juga bermanfaat untuk negara dan bangsa," kata Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) itu.
Lihat Juga :