Kemenkes Dorong Bidan Berperan Beri Edukasi Gizi Seimbang
Rabu, 02 Agustus 2023 - 14:06 WIB
loading...
Kepala Tim Kerja Kesehatan Maternal, Neonatal, dan Penurunan AKI AKB Kemenkes Laila Mahmudah menilai perlu bantuan dari bidan yang memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi gizi seimbang kepada ibu hamil dan keluarga. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Kepala Tim Kerja Kesehatan Maternal, Neonatal, dan Penurunan AKI AKB Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) dr. Laila Mahmudah menilai perlu bantuan dari bidan yang memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi gizi seimbang kepada ibu hamil dan keluarga. Pentingnya edukasi gizi seimbang dalam upaya pencegahan masalah gizi, termasuk kasus obesitas yang meningkat baik pada orang dewasa maupun anak-anak.
Dampaknya bisa mencapai tingkatan serius, bagi bangsa Indonesia, bukan dalam jangka pendek tapi jangka panjang. Bahaya konsumsi gula berlebihan terutama dalam bentuk kental manis yang digunakan sebagai topping untuk makanan dan minuman, apalagi diberikan kepada balita.
Laila Mahmudah mengungkapkan edukasi gizi seimbang menjadi kunci dalam mengatasi masalah ini. “Kita perlu menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya mengetahui bahaya konsumsi kental manis dan menggantinya dengan pilihan makanan yang lebih sehat dan bergizi tidak dapat diabaikan,” kata Laila dalam Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia berkolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia Wilayah Jawa Barat, Rabu (2/8/2023).
Baca juga: Kemenkes Ungkap Bahaya Penularan Antraks, Bisa Sebabkan Meningitis hingga Kematian
Laila juga menekankan perlunya kerja sama antara sektor publik dan swasta dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil hingga bayi lahir. Berdasarkan data laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, hampir seperempat wanita usia subur di Indonesia mengalami anemia, 21% mengalami hipertensi, dan 14,5% mengalami kurang energi kronis yang terlihat dari kondisi tubuh yang kurus.
Selain itu, lebih dari 20% penduduk usia 18 tahun mengalami obesitas. Masalah gizi tersebut terus berlanjut hingga masa kehamilan, hampir separuh ibu hamil di Indonesia mengalami anemia, yang dapat menyebabkan komplikasi dan pertumbuhan janin yang tidak adekuat. Kondisi kematian ibu di Indonesia, meskipun menunjukkan penurunan, masih jauh dari target yang diharapkan.
Kematian ibu di Indonesia pada 2020 adalah 189 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan target global adalah menurunkan menjadi 70 kematian dalam setiap 100.000 kelahiran hidup. Indonesia juga tertinggal jauh dari negara-negara tetangga di ASEAN dalam hal angka kematian ibu dan bayi.
Dampaknya bisa mencapai tingkatan serius, bagi bangsa Indonesia, bukan dalam jangka pendek tapi jangka panjang. Bahaya konsumsi gula berlebihan terutama dalam bentuk kental manis yang digunakan sebagai topping untuk makanan dan minuman, apalagi diberikan kepada balita.
Laila Mahmudah mengungkapkan edukasi gizi seimbang menjadi kunci dalam mengatasi masalah ini. “Kita perlu menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya mengetahui bahaya konsumsi kental manis dan menggantinya dengan pilihan makanan yang lebih sehat dan bergizi tidak dapat diabaikan,” kata Laila dalam Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia berkolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia Wilayah Jawa Barat, Rabu (2/8/2023).
Baca juga: Kemenkes Ungkap Bahaya Penularan Antraks, Bisa Sebabkan Meningitis hingga Kematian
Laila juga menekankan perlunya kerja sama antara sektor publik dan swasta dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil hingga bayi lahir. Berdasarkan data laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, hampir seperempat wanita usia subur di Indonesia mengalami anemia, 21% mengalami hipertensi, dan 14,5% mengalami kurang energi kronis yang terlihat dari kondisi tubuh yang kurus.
Selain itu, lebih dari 20% penduduk usia 18 tahun mengalami obesitas. Masalah gizi tersebut terus berlanjut hingga masa kehamilan, hampir separuh ibu hamil di Indonesia mengalami anemia, yang dapat menyebabkan komplikasi dan pertumbuhan janin yang tidak adekuat. Kondisi kematian ibu di Indonesia, meskipun menunjukkan penurunan, masih jauh dari target yang diharapkan.
Kematian ibu di Indonesia pada 2020 adalah 189 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan target global adalah menurunkan menjadi 70 kematian dalam setiap 100.000 kelahiran hidup. Indonesia juga tertinggal jauh dari negara-negara tetangga di ASEAN dalam hal angka kematian ibu dan bayi.
Lihat Juga :