Launching Buku Narasi Mematikan, Menguak Pendanaan Aksi Terorisme
Senin, 31 Juli 2023 - 09:01 WIB
loading...
A
A
A
Noor Huda juga berharap adanya kesiapan masyarakat (community preparedness) di Indonesia menghadapi fenomena terorisme. Dia mengutip data dari World Giving Index 2022, di mana Indonesia menjadi negara dermawan nomor wahid di Indonesia. "Tak terhindarkan, kedermawanan ini menjadi celah yang dimanfaatkan kelompok-kelompok tertentu untuk kepentingan mereka," tuturnya.
Munir Kartono, salah seorang credible voice memverifikasi bahwa pendanaan merupakan urat nadi dalam tindakan terorisme selain ideologi. "Di saat aksi terorisme yang menurun maka pendanaan terorisme bak hantu yang terus bergerilya mencari celah dan cara baru untuk tetap bergerak," katanya.
Mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan simpatisan ISIS tersebut membeberkan buku ini tidak hanya berisi tentang informasi tentang aksi-aksi pendanaan terorisme. "Tapi buku ini juga menunjukkan bagaimana orang-orang yang terlibat dalam tindak pidana terorisme juga ada yang terpelajar, tidak gaptek, dan terus berusaha dengan teknologi untuk melakukan aksi pendanaan terorisme untuk masa depan," tandasnya.
Selain Noor Huda dan Munir, acara yang dihadiri puluhan pemangku kepentingan tersebut juga menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak; Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Mirra Noor Milla; Ketua Program Magister Ilmu Agama Islam Universitas Paramadina Subhi Ibrahim; serta Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini yang bertindak sebagai keynote speaker.
Munir Kartono, salah seorang credible voice memverifikasi bahwa pendanaan merupakan urat nadi dalam tindakan terorisme selain ideologi. "Di saat aksi terorisme yang menurun maka pendanaan terorisme bak hantu yang terus bergerilya mencari celah dan cara baru untuk tetap bergerak," katanya.
Mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan simpatisan ISIS tersebut membeberkan buku ini tidak hanya berisi tentang informasi tentang aksi-aksi pendanaan terorisme. "Tapi buku ini juga menunjukkan bagaimana orang-orang yang terlibat dalam tindak pidana terorisme juga ada yang terpelajar, tidak gaptek, dan terus berusaha dengan teknologi untuk melakukan aksi pendanaan terorisme untuk masa depan," tandasnya.
Selain Noor Huda dan Munir, acara yang dihadiri puluhan pemangku kepentingan tersebut juga menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak; Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Mirra Noor Milla; Ketua Program Magister Ilmu Agama Islam Universitas Paramadina Subhi Ibrahim; serta Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini yang bertindak sebagai keynote speaker.
(poe)
Lihat Juga :