Waspada! Cuaca Ekstrem Ancam Wilayah Indonesia hingga Akhir Juli Mendatang
Selasa, 25 Juli 2023 - 06:56 WIB
loading...
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia hingga akhir atau 31 Juli 2023 mendatang. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia hingga akhir atau 31 Juli 2023 mendatang.
Meskipun Indonesia kini telah masuk periode kemarau, namun potensi cuaca ekstrem ini dapat terjadi dipengaruhi adanya fenomena cuaca seperti aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO), adanya aktivitas gelombang Rossby Ekuator, gelombang Kelvin, juga Siklon Tropis. Fenomena ini yang meningkatkan awan-awan hujan di sekitarnya.
Baca juga: Pagi Ini Gorontalo Diguncang Gempa dengan Kedalaman 10 Km
BMKG mengatakan MJO aktif menunjukkan kondisi yang kurang signifikan untuk wilayah Indonesia. Selama sepekan ke depan, aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuator diprakirakan aktif di sebagian wilayah Maluku Utara dan Papua bagian utara.
“Sementara itu, gelombang Kelvin diprakirakan masih akan aktif di Sumatera bag selatan, Jawa, Bali, Sulawesi bagian utara dan selatan, dan Maluku Utara. Sehingga, faktor-faktor tersebut mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,” tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa (25/7/2023).
Meskipun Indonesia kini telah masuk periode kemarau, namun potensi cuaca ekstrem ini dapat terjadi dipengaruhi adanya fenomena cuaca seperti aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO), adanya aktivitas gelombang Rossby Ekuator, gelombang Kelvin, juga Siklon Tropis. Fenomena ini yang meningkatkan awan-awan hujan di sekitarnya.
Baca juga: Pagi Ini Gorontalo Diguncang Gempa dengan Kedalaman 10 Km
BMKG mengatakan MJO aktif menunjukkan kondisi yang kurang signifikan untuk wilayah Indonesia. Selama sepekan ke depan, aktivitas gelombang atmosfer Rossby Ekuator diprakirakan aktif di sebagian wilayah Maluku Utara dan Papua bagian utara.
“Sementara itu, gelombang Kelvin diprakirakan masih akan aktif di Sumatera bag selatan, Jawa, Bali, Sulawesi bagian utara dan selatan, dan Maluku Utara. Sehingga, faktor-faktor tersebut mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut,” tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa (25/7/2023).
Lihat Juga :