BRIN Apresiasi Penanganan Stunting dengan Data Desa Presisi
Sabtu, 22 Juli 2023 - 23:55 WIB
loading...
Forum Diskusi tentang Pengentasan Stunting (perawakan pendek) di Kalurahan Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY, Sabtu (22/7/2023). Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Penanganan stunting dengan menggunakan Data Desa Presisi diapresiasi oleh Deputi Kebijakan Pembangunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Mego Pinandito. Dia menilai kualitas data yang benar adalah kunci kesuksesan program penanggulangan stunting.
Karena itu, kata dia, Data Desa Presisi memberikan solusi. "Atas kualitas data yang diinput dikarenakan proses pengambilan data dan verifikasinya menggunakan dasar ilmu pengetahuan. Selain itu menggunakan teknologi sebagai dasar menghasilkan kualitas dari data yang dihasilkan," ujarnya dalam Forum Diskusi tentang Pengentasan Stunting (perawakan pendek) di Kalurahan Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY, Sabtu (22/7/2023).
Baca juga: Kejar Indonesia Jadi Negara Maju, Menko PMK Ungkap Penurunan Stunting Kuncinya
Maka itu, dia memastikan bahwa Rembuk Stunting menjadi penting karena bisa menjadi sarana saling belajar. Dia berpendapat pola penanganannya dan data yang dihasilkan menjadi acuan untuk pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat dalam menurunkan program kepada masyarakat.
Pendiri Pitaloka Foundation Dr Rieke Diah Pitaloka menekankan bahwa desa menentukan kemajuan masa depan Indonesia. "Kalau Indonesia mau maju harus berawal dari desanya yang maju," kata Rieke.
Dalam kesempatan itu, Rieke mengapresiasi Kelurahan Wukisari berani menjadikan Data Desa Presisi sebagai dasar dalam Musrembang Desa. Apalagi, lanjutnya, dalam penanganan pengentasan stunting di Wukirsari.
"Mari kita berjuang bersama menjadikan Desa Wukirsari sebagai pilot project untuk mengimplementasikan Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia," tutur Rieke.
Karena itu, kata dia, Data Desa Presisi memberikan solusi. "Atas kualitas data yang diinput dikarenakan proses pengambilan data dan verifikasinya menggunakan dasar ilmu pengetahuan. Selain itu menggunakan teknologi sebagai dasar menghasilkan kualitas dari data yang dihasilkan," ujarnya dalam Forum Diskusi tentang Pengentasan Stunting (perawakan pendek) di Kalurahan Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DIY, Sabtu (22/7/2023).
Baca juga: Kejar Indonesia Jadi Negara Maju, Menko PMK Ungkap Penurunan Stunting Kuncinya
Maka itu, dia memastikan bahwa Rembuk Stunting menjadi penting karena bisa menjadi sarana saling belajar. Dia berpendapat pola penanganannya dan data yang dihasilkan menjadi acuan untuk pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat dalam menurunkan program kepada masyarakat.
Pendiri Pitaloka Foundation Dr Rieke Diah Pitaloka menekankan bahwa desa menentukan kemajuan masa depan Indonesia. "Kalau Indonesia mau maju harus berawal dari desanya yang maju," kata Rieke.
Dalam kesempatan itu, Rieke mengapresiasi Kelurahan Wukisari berani menjadikan Data Desa Presisi sebagai dasar dalam Musrembang Desa. Apalagi, lanjutnya, dalam penanganan pengentasan stunting di Wukirsari.
"Mari kita berjuang bersama menjadikan Desa Wukirsari sebagai pilot project untuk mengimplementasikan Keadilan Sosial Bagi Seluruh rakyat Indonesia," tutur Rieke.
Lihat Juga :