BKSAP DPR: Parlemen Indonesia Masih Tertinggal soal Kesetaraan Gender
Minggu, 09 Juli 2023 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
"Mari kita dukung perempuan untuk berekspresi di ruang politik seperti laki-laki. Karena perjuangan perempuan ini bisa lebih memaksimalkan peran dan fungsi palemen baik di bidang legislasi, budgeting maupun pengawasan di parlemen. Bisa juga, misalnya kalau bakal calon presidennya laki-laki, bisa bakal calon wakil presidennya itu perempuan, demikian pula dengan pencalonan dalam pilkada di berbagai daerah di Indonesia," katanya.
Di samping itu, lanjut dia, menghadirkan banyak perempuan di berbagai lembaga/institusi lainnya akan memberikan perspektif dan hasil yang berbeda. “Dan tentu lebih baik dan komprehensif. Inilah kesetaraan gender sesungguhnya. Semakin banyak perempuan yang terlibat di politik, demokrasi semakin baik, semakin harmonis dan indah," ucapnya.
Putu menambahkan, saat ini banyak tantangan di kawasan ASEAN. Indonesia banyak tertinggal dari berbagai negara, seperti di negara-negara Afrika yang parlemennya banyak perempuan.
Ketimpangan gender dan angka kekerasan terhadap perempuan yang masih tinggi juga masih menjadi persoalan di kawasan ASEAN. "Ketimpangan dan kekerasan perempuan di ASEAN khususnya di Indonesia saat ini masih tinggi,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, Komnas Perempuan mencatat ada 457.895 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Indonesia pada 2022. “Ini harus kita respons dengan cepat. Perempuan harus lebih banyak masuk di parlemen dan menjadi pemimpin negara ini. Jangan sampai kita ketinggalan dari Afrika di mana parlemennya banyak perempuan," pungkasnya.
Di samping itu, lanjut dia, menghadirkan banyak perempuan di berbagai lembaga/institusi lainnya akan memberikan perspektif dan hasil yang berbeda. “Dan tentu lebih baik dan komprehensif. Inilah kesetaraan gender sesungguhnya. Semakin banyak perempuan yang terlibat di politik, demokrasi semakin baik, semakin harmonis dan indah," ucapnya.
Putu menambahkan, saat ini banyak tantangan di kawasan ASEAN. Indonesia banyak tertinggal dari berbagai negara, seperti di negara-negara Afrika yang parlemennya banyak perempuan.
Ketimpangan gender dan angka kekerasan terhadap perempuan yang masih tinggi juga masih menjadi persoalan di kawasan ASEAN. "Ketimpangan dan kekerasan perempuan di ASEAN khususnya di Indonesia saat ini masih tinggi,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, Komnas Perempuan mencatat ada 457.895 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Indonesia pada 2022. “Ini harus kita respons dengan cepat. Perempuan harus lebih banyak masuk di parlemen dan menjadi pemimpin negara ini. Jangan sampai kita ketinggalan dari Afrika di mana parlemennya banyak perempuan," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :