Hasto Sebut PDIP Intensif Bangun Dialog dengan Demokrat dan Nasdem

Sabtu, 08 Juli 2023 - 18:57 WIB
loading...
Hasto Sebut PDIP Intensif...
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan keterangan kepada media usai dialog interaktif terbuka berjudul Kenapa Ganjar Pranowo Capres Terbaik Penerus Jokowi di Rumah Aspirasi Relawan, Jakarta, Sabtu (8/7/2023) sore. FOTO/MPI/CARLOS ROY FAJARTA
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (Sekjen PDIP ) Hasto Kristiyanto mengungkapkan ada partai politik baru yang akan bekerja sama mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) 2024. Namun, Hasto belum membeberkan identitas parpol tersebut.

Awalnya Hasto memberikan keterangan kepada media akan ada parpol baru yang turut mendukung Ganjar di Pilpres 2024. Saat ditanya lebih lanjut, apakah parpol itu hadir dalam puncak peringatan Bulan Bung Karno di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), beberapa waktu lalu? Hasto tak menampiknya.

"Ya untuk skala prioritas itu, tetapi kami kan juga membangun dialog dengan Partai Demokrat. Kami bangun hubungan dengan Partai Demokrat," kata Hasto Kristiyanto usai dialog interaktif terbuka berjudul 'Kenapa Ganjar Pranowo Capres Terbaik Penerus Jokowi' di Rumah Aspirasi Relawan di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Sabtu (8/7/2023) sore.



Tak hanya Partai Demokrat, Hasto mengaku pihaknya juga terus berkomunikasi dengan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). "Bahkan beberapa waktu yang lalu, Pak Utut juga melaporkan bertemu dengan Pak Victor Laiskodat dari Nasdem," kata Hasto.

Menurut Hasto, hubungan antarpartai politik yang selama ini sudah terbentuk, khususnya di kerja sama politik bakal capres lainnya, masih sangat bersifat dinamis.

"Jadi pertemuan-pertemuan itu intens dilakukan. Jadi kalau yang di Gelora Bung Karno itu kan ya memang istilahnya suasananya enak, tinggal menunggu beberapa tahapan. Kalau yang lain kan ada aspek etika politik yang harus kami pahami," kata Hasto.

Baca juga: Terindikasi Dukung Prabowo, Effendi Simbolon Akan Dipanggil Dewan Kehormatan PDIP

Partai politik yang akan bergabung bekerja sama dengan PDIP lainnya, kata Hasto, akan memutuskan sikapnya antara akhir Juli 2023 hingga pertengahan Agustus 2023.

"Nanti Juli itu menjadi bulan yang menentukan di dalam kerja sama partai politik sampai dengan pertengahan Agustus. Karena ada yang sampai akhir Juli ini menunggu dilamar atau tidak, dan kemudahan ada juga yang menetapkan pertengahan Agustus," ujar Hasto.

Terkait peluang PDIP mengajak Partai Demokrat untuk bekerja sama apabila Ketum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak terpilih menjadi bakal cawapres Anies Baswedan, Hasto menyatakan akan terus berkomunikasi dengan Demokrat.

"Ya hubungan kami sangat baik, kami kemarin ada berita tentang bagaimana hubungan antara PDI Perjuangan dan Demokrat lalu saya capture berita itu, saya kirim ke Pak Sekjen Partai Demokrat, dan beliau langsung menanggapi dengan jempol," kata Hasto Kristiyanto.

Untuk diketahui, ada enam pimpinan partai politik yang hadir dalam puncak peringatan Bulan Bung Karno (BBK) di GBK Senayan pada 24 Juni 2023 lalu. Mereka adalah Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Waketum PKB Jazilul Fawaid, Ketum PAN Zukifli Hasan, Ketum PPP Mardiono, Ketum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, dan Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang.

Sejauh ini PDIP baru resmi menjalin kerja sama untuk mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres Pilpres 2024 dengan tiga partai politik yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Disentil Jadi Partai...
Disentil Jadi Partai Penyeimbang, PDIP: Golkar Urus Pemadaman Listrik Saja
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Rekomendasi
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Cibis Park Satukan Jazz Modern dan Betawi dalam Panggung Budaya Urban
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Berita Terkini
KPK Perpanjang Penahanan...
KPK Perpanjang Penahanan Eks Wamen Imipas Silmy Karim Cs selama 40 Hari
Prabowo Teken UU Polri,...
Prabowo Teken UU Polri, Pakar Optimistis Kepolisian Jadi Institusi yang Modern dan Presisi
6 Poin Pernyataan Roy...
6 Poin Pernyataan Roy Suryo dan Dokter Tifa setelah Penahanan Ditangguhkan
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved