Karier Politik AHY: Putra Mahkota Cikeas, Melesat Lampaui sang Adik
Jum'at, 07 Juli 2023 - 03:28 WIB
loading...
A
A
A
Belakangan ini, AHY masuk bursa calon wakil presiden (cawapres) pendamping Ganjar Pranowo untuk Pilpres 2024. Ketika konferensi pers pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Juni 2023, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani mengungkapkan 10 nama masuk daftar bakal cawapres pendamping Ganjar.
Awalnya Puan mengungkapkan, sampai saat ini ada 10 nama yang masuk ke dalam bursa cawapres Ganjar. Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.
"Kemudian ada Pak AHY, iya kan? Pak AHY. Siapa lagi mas?" kata Puan kepada Ganjar Pranowo yang duduk di sebelahnya.
Sementara itu, Partai Demokrat telah membentuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan bersama Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Koalisi ini mengusung Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (capres).
Ketiga partai politik (parpol) tersebut sudah memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold. Bahkan, angkanya sudah melebihi. Total 163 kursi atau 28,3%.
Partai Demokrat sempat mengusulkan AHY menjadi cawapres pendamping Anies Baswedan. Demokrat juga sempat mendesak Anies mengumumkan nama calon RI 2 tersebut.
"Kalau Juni belum deklarasi berpasangan, kemungkinan Demokrat akan mengevaluasi," kata Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief kepada wartawan, Senin (5/6/2023).
Kini, Partai Demokrat yakin bahwa Anies Baswedan tahu waktu terbaik untuk mengumumkan nama cawapres. "Mas Anies tahu waktu yang terbaik itu kapan kalau ingin menang. Nama sudah ada, tinggal pilih waktu terbaik untuk mengumumkan," ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis yang juga Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, Senin (3/7/2023).
Awalnya Puan mengungkapkan, sampai saat ini ada 10 nama yang masuk ke dalam bursa cawapres Ganjar. Mereka antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.
"Kemudian ada Pak AHY, iya kan? Pak AHY. Siapa lagi mas?" kata Puan kepada Ganjar Pranowo yang duduk di sebelahnya.
Sementara itu, Partai Demokrat telah membentuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan bersama Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Koalisi ini mengusung Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (capres).
Ketiga partai politik (parpol) tersebut sudah memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold. Bahkan, angkanya sudah melebihi. Total 163 kursi atau 28,3%.
Partai Demokrat sempat mengusulkan AHY menjadi cawapres pendamping Anies Baswedan. Demokrat juga sempat mendesak Anies mengumumkan nama calon RI 2 tersebut.
"Kalau Juni belum deklarasi berpasangan, kemungkinan Demokrat akan mengevaluasi," kata Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief kepada wartawan, Senin (5/6/2023).
Kini, Partai Demokrat yakin bahwa Anies Baswedan tahu waktu terbaik untuk mengumumkan nama cawapres. "Mas Anies tahu waktu yang terbaik itu kapan kalau ingin menang. Nama sudah ada, tinggal pilih waktu terbaik untuk mengumumkan," ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis yang juga Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, Senin (3/7/2023).
(rca)
Lihat Juga :