35 Orang Lolos Sekolah Staf Presiden, Moeldoko: Mereka Memiliki Rekam Jejak Kepemimpinan dan Semangat Kontribusi
Selasa, 04 Juli 2023 - 08:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 35 Orang Lolos Sekolah Staf Presiden 2023, Moeldoko: Bukan Hanya Pintar
"Di sini kita juga akomodasi teman-teman disabilitas, difabel ada dua orang di sini yang kita akomodir untuk bisa bersama-sama kita semuanya. Bukan karena afirmasi, tapi memang karena prestasi yang dimiliki (mereka)," kata Moeldoko.
Pihaknya juga mengakomodir dari lingkungan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). "Ada juga dari peserta dari IPDN. Kita berharap setelah mereka mengikuti kegiatan di sini nanti bisa mendistribusikan kepada teman-temannya yang ada di IPDN yang saat ini sedang belajar sehingga mereka paham bagaimana sebuah policy kebijakan publik digarap di sini."
Selain itu, Moeldoko mengatakan bahwa tujuan dibentuknya SSP yakni agar generasi muda calon pemimpin bangsa dapat memahami kompleksitas dalam mengelola negara.
"Yang kedua membangun semangat berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara. Generasi muda banyak yang pintar, kritis, dan punya semangat kontribusi, tetapi menjadi pemimpin bangsa mereka perlu memahami kompleksitas mengelola negara agar mereka bisa menciptakan solusi dari berbagai persoalan yang ada," kata Moeldoko.
"Di sini kita juga akomodasi teman-teman disabilitas, difabel ada dua orang di sini yang kita akomodir untuk bisa bersama-sama kita semuanya. Bukan karena afirmasi, tapi memang karena prestasi yang dimiliki (mereka)," kata Moeldoko.
Pihaknya juga mengakomodir dari lingkungan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). "Ada juga dari peserta dari IPDN. Kita berharap setelah mereka mengikuti kegiatan di sini nanti bisa mendistribusikan kepada teman-temannya yang ada di IPDN yang saat ini sedang belajar sehingga mereka paham bagaimana sebuah policy kebijakan publik digarap di sini."
Selain itu, Moeldoko mengatakan bahwa tujuan dibentuknya SSP yakni agar generasi muda calon pemimpin bangsa dapat memahami kompleksitas dalam mengelola negara.
"Yang kedua membangun semangat berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara. Generasi muda banyak yang pintar, kritis, dan punya semangat kontribusi, tetapi menjadi pemimpin bangsa mereka perlu memahami kompleksitas mengelola negara agar mereka bisa menciptakan solusi dari berbagai persoalan yang ada," kata Moeldoko.
(zik)
Lihat Juga :