4 Fakta Menarik Marsdya (Purn) Kardono, Orang Dekat Soeharto yang Pernah Disandera 132 Jam
Senin, 03 Juli 2023 - 13:47 WIB
loading...
A
A
A
Setelah bergabung dengan Tentara Pelajar, Kardono melanjutkan pendidikan ke Sekolah Penerbang Lanjutan, Bandung. Untuk menunjang karier di TNI AU, ia juga mengikuti Sekolah Ilmu Siasat VIII, Sekolah Dasar Perwira, dan Seskoau.
Kardono sempat ditugaskan lama di luar organisasi TNI, yakni menjadi Dirjen Perhubungan Udara (1972-1972), kemudian Anggota MPR (1976-1978). Pada 1979, tentara kelahiran Sleman, DIY itu menjadi orang dekat Presiden Soeharto setelah diangkat menjadi Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres). Jabatan itu diemban cukup lama hingga 10 tahun hingga akhirya digantikan oleh Mayjen TNI (Purn) Syaukat Banjaransari.
Pesawat kemudian dipaksa turun di Dacca sekarang (Dhaka), Bangladesh. Di tengah ketakutan itu, istri Kardono merasa tidak enak badan dan meminta dikerok di bagian tengkuk. Saat dikerok, muncul warna merah kehitam-hitaman. Para pembajak yang tidak mengetahui pengobatan kerok, akhirnya ikut diturunkan bersama 117 penumpang lain setelah permintaan mereka dikabulkan.
Namun ternyata Kardono tidak termasuk yang dibebaskan. Ia tetap disandera dan dibawa ke Kuwait, kemudian Damaskus sambil para pembajak bernegosiasi dengan pihak lain. Setelah melewati drama penyanderaan selama 132 jam, Kardono dan sisa sandera lainnya dibebaskan di Aljir, Aljazair.
Kemenanganan Kardono yang berasal dari klub sepak bola Angkasa, rupanya diinginkan oleh pimpinan nasional waktu itu. Pengurus Harian PSSI Suparjo Pontjowinoto mengirimkan telegram ke seluruh utusan perserikatan di daerah-daerah sebelum Kongres PSSI berlangsung. Akhirnya Kardono terpilih menjadi Ketua Umum PSSI pada 1983.
Berikut ini fakta-fakta menarik tentang Marsdya Kardono:
1. Orang Dekat Presiden Soeharto
Marsdya (Purn) Kardono mengawali karier militer melalui Tentara Pelajar pada 1951. Setahun kemudian, ia menjadi Letnan Muda Udara. Selanjutnya, Kardono menempati jabatan-jabatan strategis di TNI AU. Antara lain Perwira Administrasi Wing Operasi 001 Halim Perdanakusuma, Dan Lanuma Palembang, Pangkorud I Sumatera, Pangkorud V Jakarta, Danjen Dodik, dan Pangkodau IV Surabaya.Kardono sempat ditugaskan lama di luar organisasi TNI, yakni menjadi Dirjen Perhubungan Udara (1972-1972), kemudian Anggota MPR (1976-1978). Pada 1979, tentara kelahiran Sleman, DIY itu menjadi orang dekat Presiden Soeharto setelah diangkat menjadi Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres). Jabatan itu diemban cukup lama hingga 10 tahun hingga akhirya digantikan oleh Mayjen TNI (Purn) Syaukat Banjaransari.
2. Disandera Tentara Merah Jepang
Kardono pernah terjebak dalam drama pembajakan pesawat. Saat itu, 28 September 1977, Kardono dan istri naik pesawat Japan Airlines DC-8 dari Prancis ke Tokyo dengan jadwal transit di Bombay (sekarang Mumbai) India. Namun baru lepas landas, pesawat dibajak Tentara Merah Jepang. Mereka meminta tebusan miliaran rupiah dan pembebasan rekan-rekannya dari penjara.Pesawat kemudian dipaksa turun di Dacca sekarang (Dhaka), Bangladesh. Di tengah ketakutan itu, istri Kardono merasa tidak enak badan dan meminta dikerok di bagian tengkuk. Saat dikerok, muncul warna merah kehitam-hitaman. Para pembajak yang tidak mengetahui pengobatan kerok, akhirnya ikut diturunkan bersama 117 penumpang lain setelah permintaan mereka dikabulkan.
Namun ternyata Kardono tidak termasuk yang dibebaskan. Ia tetap disandera dan dibawa ke Kuwait, kemudian Damaskus sambil para pembajak bernegosiasi dengan pihak lain. Setelah melewati drama penyanderaan selama 132 jam, Kardono dan sisa sandera lainnya dibebaskan di Aljir, Aljazair.
3. Ketua Umum PSSI
Saat menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres), Kardono terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Ia mengalahkan para pesaingnya, termasuk pengusaha ternama Probosutedjo, pemilik klub Mertju Buana.Kemenanganan Kardono yang berasal dari klub sepak bola Angkasa, rupanya diinginkan oleh pimpinan nasional waktu itu. Pengurus Harian PSSI Suparjo Pontjowinoto mengirimkan telegram ke seluruh utusan perserikatan di daerah-daerah sebelum Kongres PSSI berlangsung. Akhirnya Kardono terpilih menjadi Ketua Umum PSSI pada 1983.
Lihat Juga :