'Tinggalkan' Medsos, Publik Cari Informasi soal Covid-19 di TV dan Media Online
Senin, 27 Juli 2020 - 09:04 WIB
loading...
A
A
A
"Contohnya, ada seorang anak yang baru kembali dari dari daerah hitam Surabaya dalam keadaan sehat ke Yogyakarta. Dia tetap sehat, tapi ayahnya, ibunya dan saudaranya tidak lama meninggal karena terkena Covid-19. Inilah yang disebut dengan OTG (Orang Tanpa Gejala) namun membahayakan orang di sekitarnya yang kebetulan tertular namun imunitas tubuhnya tidak mampu melindungi dirinya dari serangan Covid-19," jelasnya.
Sementara, Teguh Santosa mengatakan, bahaya Covid-19 ini juga seringkali disandingkan dengan informasi soal ekonomi. Akibat lambatnya penegasan sikap dari pemerintah pusat sejak tahapan antisipasi virus corona hingga kemudian merebak dan meresahkan negara. Tidak jelas mana prioritas yang ingin disampaikan dan perlu diketahui publik serta bagaimana respons yang
hendak dicapai.
"Yang sering kita lihat dan dengar justru perbedaan-perbedaan sikap antara pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pemerintah pusat. Bukan sasaran utamanya di mana tidak hanya bicara statitistik namun lebih komprehensif karena menyangkut nyawa manusia," ujarnya.
Kepala Balitbang DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menilai, pemerintah harus tetap fokus dalam penanganan dampak Covid-19 dari sisi kesehatan. Karena, cuma dengan keseriusan tersebut masyarakat akan menyadari bahwa pandemi ini benar-benar ancaman serius. Sehingga, masyarakat ikut melaksanakan tindakan preventif secara maksimal.
"Tiap instansi hendaknya melepaskan ego sektoral dan mampu berkoordinasi dengan baik. Agar masyarakat jangan jadi objek penderita. Dan, Presiden juga tidak hanya marah-marah dan berkeluh kesah. Jika perlu dilakukan perombakan kabinet , laksanakan sesuai kebutuhan negara," tegasnya.
Sementara, Teguh Santosa mengatakan, bahaya Covid-19 ini juga seringkali disandingkan dengan informasi soal ekonomi. Akibat lambatnya penegasan sikap dari pemerintah pusat sejak tahapan antisipasi virus corona hingga kemudian merebak dan meresahkan negara. Tidak jelas mana prioritas yang ingin disampaikan dan perlu diketahui publik serta bagaimana respons yang
hendak dicapai.
"Yang sering kita lihat dan dengar justru perbedaan-perbedaan sikap antara pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pemerintah pusat. Bukan sasaran utamanya di mana tidak hanya bicara statitistik namun lebih komprehensif karena menyangkut nyawa manusia," ujarnya.
Kepala Balitbang DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menilai, pemerintah harus tetap fokus dalam penanganan dampak Covid-19 dari sisi kesehatan. Karena, cuma dengan keseriusan tersebut masyarakat akan menyadari bahwa pandemi ini benar-benar ancaman serius. Sehingga, masyarakat ikut melaksanakan tindakan preventif secara maksimal.
"Tiap instansi hendaknya melepaskan ego sektoral dan mampu berkoordinasi dengan baik. Agar masyarakat jangan jadi objek penderita. Dan, Presiden juga tidak hanya marah-marah dan berkeluh kesah. Jika perlu dilakukan perombakan kabinet , laksanakan sesuai kebutuhan negara," tegasnya.
(zik)
Lihat Juga :