Ini Perkembangan Vaksin Covid-19 Menurut Menristek/Kepala BRIN
Minggu, 26 Juli 2020 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Menteri Bambang menjelaskan dalam pengembangan vaksin menggunakan dua cara melalui kerja sama dengan luar negeri, dengan memperhatikan kecepatannya, dalam aplikasi vaksin dari luar negeri di Indonesia untuk diuji coba klinis di Indonesia dan mempertahankan juga kemandirian produksi vaksin anak bangsa, karena ini merupakan ranah Kemenristek/BRIN.
Pengembangan vaksin mandiri saat ini ungkap Menristek sudah dijalankan oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman. Ditargetkan pertengahan tahun depan sudah 2021, sudah bisa di produksi massal, tentunya sesudah melalui uji klinis terhadap vaksin merah putih karya anak bangsa tersebut.
“Uji klinis Sinovac vaksin di Indonesia, yang merupakan kerja sama Biofarma dan Sinovac, sekarang sudah memasuki uji klinis tahap tiga. Nanti jika uji klinis vaksin Sinovac selesai, maka harus dilihat dulu apakah efektif vaksin tersebut untuk masyarakat Indonesia. Kalaupun efektif, akan dilihat tingkat keefektifannya berapa persen. Sehingga harus diberitahu juga nanti bahwa yang orang yang di vaksin, barangkali suatu saat harus revaksinasi kembali. Hal ini nanti akan dilihat apakah vaksin Sinovac yang research and development-nya dilakukan di China (Republik Rakyat Tiongkok - RRT) cocok dengan virus yang bertransmisi di Indonesia atau tidak. Kalau mengacu pada informasi dari WHO, untuk produksi vaksin yang paling cepat ada 3 group yaitu Sinovac dari China/RRT, AstraZeneca dari Inggris/United Kingdom, Moderna dari Amerika/USA,” jelas Menteri Bambang.
Dalam sesi tanya jawab dengan Helmi Yahya, Menteri Bambang juga menjelaskan salah satu tugas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yaitu melakukan integrasi kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (Litbangjirap) dari para stakeholder di Indonesia.
Menariknya dari Kemristek/BRIN, untuk pertama kalinya di portofolio Kabinet RI, ada kata Inovasi walaupun inovasi sudah cukup lama diperkenalkan ke Indonesia, mungkin dua dekade lalu. Itu artinya Presiden RI Joko Widodo ingin sekali agar pertumbuhan ekonomi Indonesia, beralih dari ekonomi yang berbasis sumber daya alam, menuju ekonomi yang berbasis inovasi, seperti salah satu contohnya adalah Negara Korea Selatan.
Pengembangan vaksin mandiri saat ini ungkap Menristek sudah dijalankan oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman. Ditargetkan pertengahan tahun depan sudah 2021, sudah bisa di produksi massal, tentunya sesudah melalui uji klinis terhadap vaksin merah putih karya anak bangsa tersebut.
“Uji klinis Sinovac vaksin di Indonesia, yang merupakan kerja sama Biofarma dan Sinovac, sekarang sudah memasuki uji klinis tahap tiga. Nanti jika uji klinis vaksin Sinovac selesai, maka harus dilihat dulu apakah efektif vaksin tersebut untuk masyarakat Indonesia. Kalaupun efektif, akan dilihat tingkat keefektifannya berapa persen. Sehingga harus diberitahu juga nanti bahwa yang orang yang di vaksin, barangkali suatu saat harus revaksinasi kembali. Hal ini nanti akan dilihat apakah vaksin Sinovac yang research and development-nya dilakukan di China (Republik Rakyat Tiongkok - RRT) cocok dengan virus yang bertransmisi di Indonesia atau tidak. Kalau mengacu pada informasi dari WHO, untuk produksi vaksin yang paling cepat ada 3 group yaitu Sinovac dari China/RRT, AstraZeneca dari Inggris/United Kingdom, Moderna dari Amerika/USA,” jelas Menteri Bambang.
Dalam sesi tanya jawab dengan Helmi Yahya, Menteri Bambang juga menjelaskan salah satu tugas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yaitu melakukan integrasi kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan (Litbangjirap) dari para stakeholder di Indonesia.
Menariknya dari Kemristek/BRIN, untuk pertama kalinya di portofolio Kabinet RI, ada kata Inovasi walaupun inovasi sudah cukup lama diperkenalkan ke Indonesia, mungkin dua dekade lalu. Itu artinya Presiden RI Joko Widodo ingin sekali agar pertumbuhan ekonomi Indonesia, beralih dari ekonomi yang berbasis sumber daya alam, menuju ekonomi yang berbasis inovasi, seperti salah satu contohnya adalah Negara Korea Selatan.