Ini Perkembangan Vaksin Covid-19 Menurut Menristek/Kepala BRIN
Minggu, 26 Juli 2020 - 14:14 WIB
loading...
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro
A
A
A
JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan selain vaksin, produk inovasi obat, terapi dan alat kesehatan juga dibutuhkan di masa pandemi Covid-19 ini. Hal ini dikatakan Menristek dalam acara 'After Hours with Helmi Yahya', yang diselenggarakan stasiun televisi iNews, Kamis (24/7/2020)
“Covid-19 ini benar-benar mengagetkan kita semua dan membuat masyarakat dunia tidak siap dan kemudian yang juga mengkhawatirkan adalah penyakit yang diakibatkan oleh virus ini tidak terlihat atau kasat mata. Karena itulah kita di Kemenristek/BRIN langsung memutuskan untuk membentuk konsorsium riset dan inovasi, yang khusus untuk mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19", Ungkapnya.
Menristek menjelaskan Tim Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 ini tidak hanya melakukan penelitian dan pengembangan tentang vaksin, karena bagaimanapun kita tahu bahwa memproduksi vaksin itu bukan pekerjaan yang pendek, tetapi butuh waktu.
![Ini Perkembangan Vaksin Covid-19 Menurut Menristek/Kepala BRIN]()
"Tim Risnov Covid-19 KemristekBRIN tidak hanya melakukan litbang tentang vaksin yang sifatnya pencegahan atau preventive, tetapi juga melakukan terobosan inovatif untuk menghasilkan obat dan terapi untuk menanggulangi Covid-19. Antara lain contohnya adalah plasma convalescens atau terapi plasma darah, serta yang tidak kalah pentingnya adalah menciptakan inovasi alat kesehatan (alkes), baik untuk membantu pernapasan seperti ventilator, maupun untuk melakukan skrining dan diagnosis seperti penciptaaan produk-produk inovatif rapid test dan PCR tes kit,” ungkap Menteri Bambang.
“Covid-19 ini benar-benar mengagetkan kita semua dan membuat masyarakat dunia tidak siap dan kemudian yang juga mengkhawatirkan adalah penyakit yang diakibatkan oleh virus ini tidak terlihat atau kasat mata. Karena itulah kita di Kemenristek/BRIN langsung memutuskan untuk membentuk konsorsium riset dan inovasi, yang khusus untuk mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19", Ungkapnya.
Menristek menjelaskan Tim Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 ini tidak hanya melakukan penelitian dan pengembangan tentang vaksin, karena bagaimanapun kita tahu bahwa memproduksi vaksin itu bukan pekerjaan yang pendek, tetapi butuh waktu.

"Tim Risnov Covid-19 KemristekBRIN tidak hanya melakukan litbang tentang vaksin yang sifatnya pencegahan atau preventive, tetapi juga melakukan terobosan inovatif untuk menghasilkan obat dan terapi untuk menanggulangi Covid-19. Antara lain contohnya adalah plasma convalescens atau terapi plasma darah, serta yang tidak kalah pentingnya adalah menciptakan inovasi alat kesehatan (alkes), baik untuk membantu pernapasan seperti ventilator, maupun untuk melakukan skrining dan diagnosis seperti penciptaaan produk-produk inovatif rapid test dan PCR tes kit,” ungkap Menteri Bambang.