14 WNI Korban TPPO Berhasil Dievakuasi dari Myanmar

Minggu, 25 Juni 2023 - 06:17 WIB
loading...
14 WNI Korban TPPO Berhasil...
Sebanyak 14 orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) di Shan State Utara, Myanmar, berhasil diselamatkan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Sebanyak 14 orang warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) di Laukkaing, Shan State Utara, Myanmar, berhasil diselamatkan. Mereka diselamatkan anggota TNI di kantor atase pertahanan (Athan) Indonesia di Myanmar.

Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Arm Suhendro Oktosatrio mengatakan, evakuasi ini bermula dari informasi yang diterima oleh Puspen TNI. Kemudian kantor Athan Indonesia di Myanmar bergerak cepat untuk membantu (WNI) yang diduga menjadi korban TPPO di Laukkaing.

"Sekitar 14 orang WNI telah diizinkan untuk dipulangkan oleh pihak perusahaan dan diantarkan perusahaan menuju Mandalay (kurang lebih 500 km dari Yangon) menggunakan jalur darat. Selanjutnya korban TTPO di pindahkan ke Bus," kata Suhendro, Sabtu (24/6/2023).

Baca juga: 284 Tersangka TPPO Ditangkap, Ini Rinciannya

Dijelaskan Suhendro, sepanjang perjalanan Tim Kantor Athan Indonesia tetap melaksanakan pendampingan saat melewati check point agar tidak mendapatkan permasalahan dikarenakan sudah mendekati waktu curfew time (jam malam).

"14 WNI berhasil diamankan di KBRI Yangon untuk saat ini ditampung di shelter KBRI Yangon, sambil menunggu proses kepulangan ke Indonesia," pungkasnya.

Saat ini pihak KBRI dan kantor Athan Yangon masih melaksanakan penyelesaian administrasi dalam rangka untuk melengkapi administrasi. Sehingga, pemulangan korban TPPO ke tanah air dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Usaha yang dilakukan TNI melalui perwakilannya di kantor Atase Pertahanan Myanmar merupakan ekstraksi dari tugas yang diembankan kepada TNI sebagai patriot dimanapun dan kapanpun untuk selalu melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
5.950 WNI Dapat Penghapusan...
5.950 WNI Dapat Penghapusan Denda Overstay dari Kamboja
Komisi XIII DPR Dorong...
Komisi XIII DPR Dorong Penguatan Regulasi dan Koordinasi Penanganan TPPO
Modus TPPO Semakin Kompleks,...
Modus TPPO Semakin Kompleks, Pengawasan Internal Harus Diperkuat dan Transparan
Pemerintah Kawal Penanganan...
Pemerintah Kawal Penanganan Insiden Kapal yang Libatkan WNI di Perairan Perak Malaysia
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Budisatrio : Pemulangan...
Budisatrio : Pemulangan 9 WNI Bukti Nyata Efektivitas Diplomasi RI
Menteri Israel Hina...
Menteri Israel Hina Para Aktivis Global Sumud Flotilla yang Dipaksa Berlutut, Dunia Marah
Rekomendasi
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Pemilu 2029 Didominasi...
Pemilu 2029 Didominasi Pemilih Muda, PKB Jabar Siapkan Ribuan Pengurus Muda
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Berita Terkini
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
GP Ansor Rombak Kepengurusan,...
GP Ansor Rombak Kepengurusan, Sejumlah Tokoh Muda NU Masuk Struktur
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved