4 Fakta Megawati Soekarnoputri yang Menerima Brevet Hidro-Oseanografi dari TNI AL
Kamis, 22 Juni 2023 - 21:20 WIB
loading...
Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menerima penghargaan brevet kehormatan hidro-oseanografi dari TNI Angkatan Laut (AL). Foto DOK ist
A
A
A
JAKARTA - Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menerima penghargaan brevet kehormatan hidro-oseanografi dari TNI Angkatan Laut (AL). Penyematan dilakukan dalam sebuah acara yang dibalut seminar Hari Hidrografi Dunia 2023 di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (21/6/2023).
Adapun penyematan brevet dilakukan Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri sebagai wakil dari KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali yang berhalangan hadir.
Tak hanya mendapat penyematan brevet, Megawati juga datang sebagai salah satu pembicara di seminar yang mengambil tema “Hydrography; Underpinning The Digital Twin of The Ocean”.
Baca juga: Seminar Hari Hidrografi Dunia, Megawati Terima Brevet Hidro-Oseanografi dari TNI AL
Di kemudian hari, Megawati mengikuti jejak ayahnya menjadi Presiden Indonesia. Dia menjadi orang nomor satu di Indonesia pada periode 2001-2004.
Adapun penyematan brevet dilakukan Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri sebagai wakil dari KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali yang berhalangan hadir.
Tak hanya mendapat penyematan brevet, Megawati juga datang sebagai salah satu pembicara di seminar yang mengambil tema “Hydrography; Underpinning The Digital Twin of The Ocean”.
Baca juga: Seminar Hari Hidrografi Dunia, Megawati Terima Brevet Hidro-Oseanografi dari TNI AL
Fakta Megawati Soekarnoputri
Berikut sejumlah fakta dari Megawati Soekarnoputri, Presiden Ke-5 RI yang mendapat brevet Hidro-Oseanografi.1. Putri Presiden Soekarno
Megawati lahir di Yogyakarta, pada 23 Januari 1947. Dia merupakan putri Soekarno dan Fatmawati.Di kemudian hari, Megawati mengikuti jejak ayahnya menjadi Presiden Indonesia. Dia menjadi orang nomor satu di Indonesia pada periode 2001-2004.
2. Presiden Perempuan Pertama di Indonesia
Megawati Soekarnoputri merupakan Presiden Indonesia ke-5. Menggantikan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dia menjabat pada periode 2001 hingga 2004.Lihat Juga :