SDGs Adalah Pokok Penting Acuan Mencapai Indonesia Emas 2045
Jum'at, 16 Juni 2023 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, ada beberapa tantangan khususnya pandemi Covid-19 yang mendisrupsi penurunan tingkat kemiskinan. Dengan proyeksi baseline (business as usual), tingkat kemiskinan masih di angka 6,61 persen pada tahun 2030.
"Sementara dengan skenario intervensi, angkanya dapat mencapai 3,83 persen. Trajectory ini sejalan dengan target (draf) RPJPN sebesar 0,5 – 0,8 persen pada tahun 2045," ucapnya.
Oleh karena itu, Yanuar Nugroho menyampaikan, perlunya akselerasi program lintas sektor untuk pengentasan kemiskinan mulai dari reformasi perlindungan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar, dan peningkatan kemandirian ekonomi kelompok miskin dan rentan.
Contoh lain dapat dilihat dari potret ketimpangan melalui Rasio Gini stagnan pada periode tahun 2021-2022, yang telah mengalami perbaikan dari angka Rasio Gini pada tahun 2020 di saat pandemi Covid-19.
"Proyeksi baseline memperlihatkan bahwa Rasio Gini mencapai 0,372 pada 2030. Sementara proyeksi skenario intervensi memperlihatkan capaian yang lebih rendah sebesar 0,363 pada 2030. Untuk proyeksi jangka panjang, Rasio Gini ditargetkan turun menjadi 0,290-0,320 pada draf RPJP," ungkapnya.
Tantangan pengurangan ketimpangan kata Yanuar, memerlukan intervensi kebijakan yaitu reformasi sistem perlindungan sosial dan Pemulihan Ekonomi Nasional, penguatan kelembagaan pelatihan vokasi di seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja masa depan, pengembangan UMKM sebagai salah satu penggerak utama ekonomi kelompok menengah, serta penguatan kebijakan fiskal untuk redistribusi yang merata.
"Sementara dengan skenario intervensi, angkanya dapat mencapai 3,83 persen. Trajectory ini sejalan dengan target (draf) RPJPN sebesar 0,5 – 0,8 persen pada tahun 2045," ucapnya.
Oleh karena itu, Yanuar Nugroho menyampaikan, perlunya akselerasi program lintas sektor untuk pengentasan kemiskinan mulai dari reformasi perlindungan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar, dan peningkatan kemandirian ekonomi kelompok miskin dan rentan.
Contoh lain dapat dilihat dari potret ketimpangan melalui Rasio Gini stagnan pada periode tahun 2021-2022, yang telah mengalami perbaikan dari angka Rasio Gini pada tahun 2020 di saat pandemi Covid-19.
"Proyeksi baseline memperlihatkan bahwa Rasio Gini mencapai 0,372 pada 2030. Sementara proyeksi skenario intervensi memperlihatkan capaian yang lebih rendah sebesar 0,363 pada 2030. Untuk proyeksi jangka panjang, Rasio Gini ditargetkan turun menjadi 0,290-0,320 pada draf RPJP," ungkapnya.
Tantangan pengurangan ketimpangan kata Yanuar, memerlukan intervensi kebijakan yaitu reformasi sistem perlindungan sosial dan Pemulihan Ekonomi Nasional, penguatan kelembagaan pelatihan vokasi di seluruh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja masa depan, pengembangan UMKM sebagai salah satu penggerak utama ekonomi kelompok menengah, serta penguatan kebijakan fiskal untuk redistribusi yang merata.
Lihat Juga :