Warganet Puji Jawaban Prabowo Soal Perdamaian Rusia-Ukraina
Kamis, 08 Juni 2023 - 17:58 WIB
loading...
Menhan Prabowo Subianto menghadiri International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit, Singapura, Jumat (2/6/2023). FOTO/TIM MEDIA PRABOWO SUBIANTO
A
A
A
JAKARTA - Jawaban Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto soal usulan resolusi konflik dan perdamaian Rusia-Ukraina menuai pujian di media sosial. Pernyataan Prabowo ini disebut lantang dan tegas saat merespons bertubi-tubi pertanyaan dari para penanya asing di forum itu.
Pujian warganet terhadap Prabowo meramaikan kolom komentar sebuah tayangan YouTube berjudul "Panas! Tanya Jawab Prabowo Bahas Soal Usulan Resolusi Konflik Rusia-Ukraina" yang diunggah oleh salah satu televisi nasional, Kompas TV. Tayangan itu sudah ditonton sebanyak 458 ribu penonton dengan komentar sebanyak kurang lebih 3.800.
Video itu berisi tanya jawab Prabowo dalam forum itu dengan para penanya asing yang mempertanyakan usulan perdamaian Rusia-Ukraina. Prabowo menyatakan bahwa usulannya itu tidak fokus ke siapa yang benar atau salah dalam perang tersebut, tetapi pada perdamaian konflik yang sudah menelan banyak korban dan berdampak ke negara lainnya.
"Berdialog tanpa membaca teks jelas datang dari hati dan pengalamannya. Sudah tentu jelas kita memerlukan pemimpin yang tidak bisa di dikte siapapun." tulis komentar akun @firman***.
Pujian warganet terhadap Prabowo meramaikan kolom komentar sebuah tayangan YouTube berjudul "Panas! Tanya Jawab Prabowo Bahas Soal Usulan Resolusi Konflik Rusia-Ukraina" yang diunggah oleh salah satu televisi nasional, Kompas TV. Tayangan itu sudah ditonton sebanyak 458 ribu penonton dengan komentar sebanyak kurang lebih 3.800.
Video itu berisi tanya jawab Prabowo dalam forum itu dengan para penanya asing yang mempertanyakan usulan perdamaian Rusia-Ukraina. Prabowo menyatakan bahwa usulannya itu tidak fokus ke siapa yang benar atau salah dalam perang tersebut, tetapi pada perdamaian konflik yang sudah menelan banyak korban dan berdampak ke negara lainnya.
"Berdialog tanpa membaca teks jelas datang dari hati dan pengalamannya. Sudah tentu jelas kita memerlukan pemimpin yang tidak bisa di dikte siapapun." tulis komentar akun @firman***.
Lihat Juga :