Musra NU Mojokerto Sepakat Dukung Gus Muhaimin di Pilpres 2024
Minggu, 04 Juni 2023 - 19:45 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Gus Zam memberikan gambaran bahwa salah satu persoalan yang dihadapi warga NU adalah persoalan kemiskinan. Mayoritas warga NU tinggal di pedesaaan yang merupakan kantung-kantung kemiskinan.
“Taruhlah penduduk yang di bawah garis kemiskinan ada 20 persen, itu sudah setara 50 juta penduduk. Dan mereka semua adalah saudara-saudara kita warga NU. Jadi, mari kita titipkan aspirasi ini pada calon pemimpin yang benar-benar mengerti kondisi warga NU,” tegasnya.
Dalam sesi dialog beberapa kiai khos turut memberikan pandangan. Di antaranya KH Masrihan Asy’ari, Pengasuh Ponpes Robithotul Ulum Jatirejo, KH Manshur Jolotundo, dan KH Mundzir Dawarblandong. Dalam pandangan KH Masrihan Asy’ari, kepemimpinan nasional haruslah kombinasi antara nasionalis dan religius.
“Syekh Subakir itu baru berhasil berdakwah di Pulau Jawa saat menggandeng orang abangan. Maka perpolitikan Indonesia itu dari dulu bisa kondusif jika ada perpaduan antara merah dan putih, merah adalah tokoh-tokoh nasionalis dan putih adalah tokoh yang berlatar belakang agama,” KH Masrihan berargumen.
Senada dengan KH Masrihan, para kiai yang lain juga setuju. Bahkan di penghujung dialog KH Muhajir, salah satu dai kondang juga turut memberikan suara.
“Taruhlah penduduk yang di bawah garis kemiskinan ada 20 persen, itu sudah setara 50 juta penduduk. Dan mereka semua adalah saudara-saudara kita warga NU. Jadi, mari kita titipkan aspirasi ini pada calon pemimpin yang benar-benar mengerti kondisi warga NU,” tegasnya.
Dalam sesi dialog beberapa kiai khos turut memberikan pandangan. Di antaranya KH Masrihan Asy’ari, Pengasuh Ponpes Robithotul Ulum Jatirejo, KH Manshur Jolotundo, dan KH Mundzir Dawarblandong. Dalam pandangan KH Masrihan Asy’ari, kepemimpinan nasional haruslah kombinasi antara nasionalis dan religius.
“Syekh Subakir itu baru berhasil berdakwah di Pulau Jawa saat menggandeng orang abangan. Maka perpolitikan Indonesia itu dari dulu bisa kondusif jika ada perpaduan antara merah dan putih, merah adalah tokoh-tokoh nasionalis dan putih adalah tokoh yang berlatar belakang agama,” KH Masrihan berargumen.
Senada dengan KH Masrihan, para kiai yang lain juga setuju. Bahkan di penghujung dialog KH Muhajir, salah satu dai kondang juga turut memberikan suara.
Lihat Juga :