Partai Perindo Kritik Gubernur Koster Larang Pendakian Gunung di Bali
Sabtu, 03 Juni 2023 - 12:45 WIB
loading...
Ketua Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat DPP Partai Perindo Yerry Tawalujan menilai kebijakan Gubernur I Wayan Koster yang melarang aktivitas pendakian di semua gunung di Bali. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat DPP Partai Perindo Yerry Tawalujan menilai kebijakan Gubernur Bali I Wayan Koster yang melarang aktivitas pendakian di semua gunung di Pulau Dewata kurang tepat. Hal ini bertentangan dengan keinginan pemerintah untuk memacu ecotourism dan prinsip sustainable tourism.
Putra asli Minahasa --yang merupakan bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Sulawesi Utara, itu- menjelaskan, merujuk teori dari United Nation World Tourism Organization, pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang memperhitungkan sepenuhnya dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan saat ini dan untuk masa depan, sambil memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan komunitas tuan rumah.
"Pariwisata berkelanjutan itu memperhatikan tiga aspek utama, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Apakah ada manfaat ekonomi bagi penduduk sekitar destinasi wisata, apakah kehidupan dan tatanan sosial masyarakat, termasuk ritual keagamaan, terganggu atau tidak, dan apakah lingkungan tetap terpelihara dengan adanya kegiatan pariwisata," kata Yerry, Sabtu (3/6/2023).
Politisi Partai Perindo --partai yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu-- melanjutkan, berdasarkan rumusan pariwisata berkelanjutan oleh UNWTO itu, ia berpandangan penduduk sekitar merasakan manfaat ekonomi jika ada kegiatan pendakian. Kemudian, aktivitas pendakian juga tidak menggangu tatanan sosial masyarakat.
"Jawaban ketiga memerlukan penelitian lebih lanjut, tapi hipotesisnya adalah para pendaki gunung yang mayoritas pencinta alam tidak akan merusak alam," ujar Yerry.
Juru bicara nasional Partai Perindo --partai yang dikenal peduli rakyat kecil, gigih memperjuangkan penciptaan lapangan kerja, dan Indonesia sejahtera itu-- menilai, alasan Koster melarang pendakian gunung di Bali, karena ingin menjaga kesucian gunung lantaran banyaknya turis asing yang berbuat onar.
Putra asli Minahasa --yang merupakan bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Sulawesi Utara, itu- menjelaskan, merujuk teori dari United Nation World Tourism Organization, pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang memperhitungkan sepenuhnya dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan saat ini dan untuk masa depan, sambil memenuhi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan komunitas tuan rumah.
"Pariwisata berkelanjutan itu memperhatikan tiga aspek utama, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Apakah ada manfaat ekonomi bagi penduduk sekitar destinasi wisata, apakah kehidupan dan tatanan sosial masyarakat, termasuk ritual keagamaan, terganggu atau tidak, dan apakah lingkungan tetap terpelihara dengan adanya kegiatan pariwisata," kata Yerry, Sabtu (3/6/2023).
Politisi Partai Perindo --partai yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu-- melanjutkan, berdasarkan rumusan pariwisata berkelanjutan oleh UNWTO itu, ia berpandangan penduduk sekitar merasakan manfaat ekonomi jika ada kegiatan pendakian. Kemudian, aktivitas pendakian juga tidak menggangu tatanan sosial masyarakat.
"Jawaban ketiga memerlukan penelitian lebih lanjut, tapi hipotesisnya adalah para pendaki gunung yang mayoritas pencinta alam tidak akan merusak alam," ujar Yerry.
Juru bicara nasional Partai Perindo --partai yang dikenal peduli rakyat kecil, gigih memperjuangkan penciptaan lapangan kerja, dan Indonesia sejahtera itu-- menilai, alasan Koster melarang pendakian gunung di Bali, karena ingin menjaga kesucian gunung lantaran banyaknya turis asing yang berbuat onar.
Lihat Juga :