Pangdam Cenderawasih yang Kariernya Melejit hingga Jenderal Bintang 4, Nomor 1 Mertua SBY

Kamis, 01 Juni 2023 - 05:34 WIB
loading...
Pangdam Cenderawasih...
Sejumlah Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih memiliki karier yang cemerlang menjadi jenderal bintang empat. Salah satunya Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Sejumlah Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih memiliki karier yang cemerlang menjadi jenderal bintang empat. Mereka tercatat berhasil menjadi orang nomornya satu di TNI AD alias Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Dari sebanyak 41 Pangdam Cenderawasih sepanjang sejarah Kodam XVII/Cenderawasih, baru empat orang yang berhasil menembus bintang 3. Mayoritas mengakhiri karier militernya dengan pangkat Mayjen, lalu kemudian Letjen, dan Brigjen.

Baca juga: 5 Fakta Mayjen TNI Deddy Suryadi, Jenderal Bintang Dua Pertama dari Akmil 1996

Dikutip dari tniad.mil.id, Kamis (1/6/2023), Kodam XVII/Cenderawasih merupakan Komando Kewilayahan Pertahanan yang meliputi provinsi Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Kodam ini sempat beberapa kali berganti nama.

Diawali Komando Tentara dan Teritorium VII/Wirabuana (KO TT-VII/WRB) pada tanggal 20 Juni 1950 yang berkedudukan di Makassar membawahi wilayah Indonesia Timur yaitu Sulawesi, Sunda kecil termasuk Maluku dan Irian Barat.

Pada Mei 1957, Komando Tentara dan Teritorium VII/Wirabuana (KO TT-VII/WRB) dilikuidasi, wilayahnya dibagi menjadi empat Komando Daerah Militer, di antaranya Komando Daerah Militer Maluku Irian Barat atau disingkat (KDM-MIB) menggantikan resimen Infanteri-25 (RI-25).

Lalu pada 8 Agustus 1962, Panglima Angkatan Darat membentuk Kodam XVII/Irian Barat dengan Surat Keputusan Pangad Nomor: KPTS 1052/ 8/1962 dengan nama lengkapnya Komando Daerah Militer Irian Barat. Kembali mengalami perubahan, Kodam XVII/Irian barat diubah menjadi Kodam XVII/Tjenderawasih pada tanggal 17 Mei 1963.

Untuk menghadapi pembangunan nasional yang pesat kala itu, Kodam XV/Pattimura dan Kodam XVII/Cenderawasih dilikuidasi menjadi Kodam VIII/Trikora dan diresmikan pada tanggal 8 Mei 1985 meliputi Maluku dan Irian Jaya berada di wilayah satu Komando, setelah yang pertama pada tanggal 1 Agustus 1952.

Dalam perjalanan sejarah selanjutnya berdasarkan Surat Keputusan KSAD Nomor Skep/175/IX/2007 tanggal 26 September 2007, maka terhitung mulai tanggal 5 Oktober 2007 nomor Registrasi Kodam XVII/Trikora berubah kembali menjadi Kodam XVII/Cenderawasih yang meliputi wilayah Papua dan Papua Barat serta membawahi 4 Korem dan 12 Kodim.

Berikut daftar Pangdam Cenderawasih yang kariernya melejit hingga jenderal bintang 4:

1. Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo

Sarwo Edhie Wibowo merupakan Pangdam Cenderawasih pertama yang berhasil menembus jenderal bintang empat. Hanya saja bintang empat yang diraihnya merupakaan jenderal kehormatan pemberian dari Presiden Soeharto.

Sarwo Edhie merupakan salah satu tokoh penting dalam peristiwa G30S sebagai pemberantas para komunis. Hal yang tidak terlupakan ketika ayah mertua Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini merebut pangkalan udara dari tangan komunis.

Ketika peristiwa G30S berlangsung, Sarwo Edhie tengah menjabat sebagai Panglima RPKAD (Resimen Komando Angkatan darat) yang sekarang bernama (Komando Pasukan Khusus). Kala itu, pria asal Purworejo ini jadi orang kepercayaan Jenderal Soeharto untuk menumpas gerakan yang didalangi komunis tersebut.

Alasan ditunjuknya Sarwo Edhie sebagai pemimpin penumpasan G30S ini tidak lain karena kematian sahabatnya Jenderal Ahmad Yani yang juga berasal dari Purworejo. Untuk itulah sosok Sarwo Edhie dipandang sebagai seorang yang sangat termotivasi untuk membungkam gerakan kelompok separatis tersebut.

Menurut laporan Sarwo Edhie sendiri yang dikatakannya pada 1989 di depan DPR, operasi penumpasan G30S dan PKI oleh militer memakan hingga 3 juta korban jiwa. Mereka disebutkan berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Dalam karier militernya, ayah mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Pramono Edhie Wibowo ini pernah menempati sejumlah posisi penting. Mulai dari Komandan RPKAD (1964-1967), Pangdam II/Bukit Barisan (1967-1968), Pangdam XVII/Tjenderawasih (1968-1970), dan Gubernur AKABRI (1970-1974).

Setelah tak lagi berdinas di militer, Sarwo Edhie dipercaya menjadi Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan dengan masa jabatan Mei 1973-Mei 1978. Ia mengisi kursi yang ditinggalkan Jenderal LB Moerdani.

2. Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar

Wismoyo Arismunandar adalah Pangdam Cenderawasih kedua yang berhasil mengemban bintang empat di pundaknya. Lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1963 berhasil menembuh jenderal bintang empat ketika mengamban jabatan sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Penempatan pertama Wismoyo setelah resmi berpangkat letnan dua yakni komandan peleton Batalyon 3/Menparkoad. Untuk diketahui, Menparkoad singkatan dari Resimen Para Komando Angkatan Darat atau biasa juga disebut RPKAD yang merupakan pasukan elite AD. Dalam perjalanan sejarah RPKAD bermetamorfosis menjadi Kopassandha dan kemudian Kopassus.

Menjadi kebanggaan tersendiri bagi Wismoyo. Saat menjadi Danton Yon 3 itu, komandan resimennya yaitu Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo. Berbagai penugasan mewarnai perjalanan karier Wismoyo.

Sosok yang dulunya makelar karcis itu bahkan turut diterjunkan dalam operasi penumpasan Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan. Pada 1966, dia dimutasi sebagai Komandan Pengawal Pribadi (Danwalpri) Presiden Soeharto.

Perjalanan karier militer Wismoyo memang sangat cemerlang. Adik dari Prof Wiranto Arismunandar (mantan Rektor ITB dan Mendikbud) itu melesat jadi orang nomor satu Korps Baret Merah pada 1983-1986. Setelah itu, dia dipromosikan sebagai Kasdam IX/Udayana (1986-1987), Pangdam VIII/Trikora (1987-1988), Pangdam IV/Diponegoro (1988-1990), dan tembus bintang tiga sebagai Pangkostrad (1990-1992).

Sinarnya kian mencorong. Bocah penggembala kambing itu didaulat menjadi wakil KSAD pada 1992-1993. Tak lama, dia menjadi pemegang tongkat komando tertinggi matra Darat alias KSAD periode 1993-1995.

Pensiun dari militer, Wismoyo aktif di berbagai kegiatan. Adik ipar Presiden Soeharto ini antara lain menjadi Ketua Umum KONI Pusat. Wismoyo meninggal dunia di Jakarta 28 Januari 2021. Jenazahnya dimakamkan di Kompleks Pemakaman Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah.

3. Jenderal TNI George Toisutta

George Toisutta menjadi Pangdam Cenderawasih terakhir yang berhasil menembus bintang empat. Ia menjadi orang nomor satu Kodam yang kala itu masih bernama Kodam XVII/Trikora dari 2005 sampai 2006.

Lulusan Akademi Militer, Magelang tahun 1976 bekarier cemerlang karena berhasil menjadi pimpinan kesatuan Angkatan Darat. Dia menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat dari tahun 2009 sampai 2011 menggantikan Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo.

Dalam karier militernya, George Toisutta menduduki sejumlah posisi penting. Ketika pecah bintang menjadi Brigjen, George Toisutta mengemban jabatan sebagai Kasdivif 1/Kostrad, Kasgartap 1/Kodam Jaya, dan Kasdam Jaya.

Kariernya semakin cemerlang ketika tembus bintang dua dengan mengemban amanat sebagai Pangkoops TNI di Aceh, Panglima Divisi 1/Kostrad, Pangdam XVII/Trikora, dan Pangdam III/Siliwangi.

Tak berhenti di situ, pria kelahiran Makassar 1 Juni 1953 ini kembali mendapat promosi Pangkostrad dan menyandang bintang tiga di pundaknya. Adapun posisi tersebut diembannya sejak 13 November 2007 hingga 17 Februari 2010 atau sekitar 2 tahun lebih 2 bulan.

Puncak kariernya militernya ketika diangkat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi KSAD dan berhasil menambah satu lagi bintang di pundaknya menjadi jenderal bintang empat.

Baca juga: Dua Hari Tak Makan dan Cuma Minum Air Hujan, Prajurit Kopassus Berhasil Bebaskan 347 Sandera

George Toisutta meninggal dunia pada hari Rabu 12 Juni 2019 saat menjalani perawatan karena sakit kanker usus di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. George Toisutta dimakamkan di TPU Dadi Kota Makassar, di samping makam ibundanya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Profil Mayjen TNI Trenggono,...
Profil Mayjen TNI Trenggono, Jenderal Jebolan Akmil 1993 yang Kini Jabat Wakil Kepala BGN
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
Kisah Haru Warga Sragen,...
Kisah Haru Warga Sragen, Dulu BAB Numpang di Rumah Tetangga Kini Punya Jamban TMMD
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Viral Mobil Dinas Bertanda...
Viral Mobil Dinas Bertanda Bintang 2 Diduga Lawan Arah, Ini Penjelasan TNI AD
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
Berita Terkini
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Infografis
3 Pangdam Lulusan Akmil...
3 Pangdam Lulusan Akmil 1996, Semuanya Jenderal Kopassus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved