Sandi Usung Poros Percepatan Pembangunan, Bareng PPP dan PKS?

Jum'at, 26 Mei 2023 - 11:16 WIB
loading...
Sandi Usung Poros Percepatan...
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno merupakan salah satu figur yang masuk bursa kandidat Pilpres 2024. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno merupakan salah satu figur yang masuk bursa kandidat Pilpres 2024 . Meski telah pamit dari Partai Gerindra, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu kini dikabarkan dekat dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Hal tersebut terlihat dari sejumlah agenda kerja Kemenparekraf dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di sejumlah wilayah Nusantara. Terkait hal itu, Sandiaga Uno mengakui telah berkomunikasi secara intensif dengan sejumlah petinggi PKS, seperti Presiden PKS Ahmad Syaikhu maupun Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Begitu juga dengan Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono. Dalam sejumlah kesempatan, dirinya menyampaikan kedekatannya kepada kedua partai tersebut.

Baca juga: PDIP-PPP Tentukan Cawapres Ganjar Juni 2023, Sandi Masuk Radar



"Dalam pembicaraan sama Pak Mar, Pak Mar ini seseorang yang sangat bijaksana, dan saya menyampaikannya bahwa PKS ini kawan lama. PKS ini berjuang di DKI berjuang di 2017, 2019, chemistry sudah terbangun dan saya hubungannya dengan para petinggi PKS ini sangat baik," ujar Sandiaga Uno di Kantor PWNU 2, Cilandak, Jakarta Selatan pada Kamis (25/5/2023) malam.

"Saya ingin mendengar dari PKS apa yang menjadi harapan dalam bagaimana membangun bangsa ke depan, dan PKS menyampaikan beberapa poin mengenai isu-isu ekonomi dan saya justru mengajak teman-teman PKS untuk membersamai dalam sebuah pemikiran poros percepatan pembangunan, bahwa poros percepatan pembangunan ini kita yakini akan mampu menyelesaikan isu-isu yang ada di tengah masyarakat," jelasnya.

"Mudah-mudahan kalau Allah menakdirkan sama seperti kita di 2017 dengan penuh kerendahan hati, 2019 juga kami membersamai, mudah-mudahan pintu bekerja sama ini bisa terbuka untuk kita," ujarnya berharap.

Poros Percepatan Pembangunan yang dimaksud Sandiaga Uno adalah konsep dalam mempercepat target pembangunan dari pemerintahan terdahulu, sehingga meski tampuk pimpinan berganti, arah pembangunan yang disusun oleh pemerintahan sebelumnya tidak berubah haluan. Sejumlah solusi atas berbagai permasalahan dan tantangan yang sudah disusun terealisasi dengan baik, pembangunan pun dapat terus berkelanjutan.

"Ini pemikiran saya. bahwa harus ada poros baru-percepatan dari target-target pembangunan kita. Misalnya infrastruktur yang selama ini dibangun untuk dipercepat menyangkut infrastruktur yang langsung berhubungan dengan masyarakat," ungkap Sandiaga Uno.

"Tadi harga-harga bahan pokok yang sudah mulai terkendali, ini harus ada percepatan penanganannya agar masyarakat tidak terbebani dengan harga-harga bahan pokok. Ketiga, lapangan kerja. Bagaimana usaha-usaha ini berkembang dan tidak merugi, sehingga membuka percepatan lapangan kerja," jelasnya.

Terkait poros percepatan pembangunan, Sandiaga Uno mengaku akan membentuk koalisi. Dirinya bercermin kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengusung konsep kebersamaan dalam pemerintahan pasca menang dalam Pilpres 2019.

Meski kontestasi dimenangkan Jokowi, mantan Gubernur DKI Jakarta itu justru merangkul Prabowo Subianto dan dirinya yang menjadi rival politik. "Menurut saya ini (poros percepatan pembangunan) membangun Indonesia ini harus mengusung kebersamaan, Pak Presiden Jokowi menunjukkannya di tahun 2019 setelah menang, beliau justru merangkul semuanya untuk bergabung membangun bangsa dalam konsep unity government," ungkap Sandiaga Uno.

"Jadi, artinya bukan harus kalah-menang, winners takes all, tapi bagaimana kita united-bekerja sama untuk membangun bangsa," jelasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Ketua SC Mengaku Borong Kamar Hotel untuk Persidangan Muktamar
PN Jakpus Tolak Gugatan...
PN Jakpus Tolak Gugatan soal SK DPW PPP Jawa Barat, Kepengurusan UU-Agus Solihin Dinyatakan Sah
Program Desa EMAS Sandi...
Program Desa EMAS Sandi Uno Ekspor Kopi ke Malaysia
Panen Perdana Edamame,...
Panen Perdana Edamame, Sandi Uno: Langkah Awal Penguatan Ekonomi Desa
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Rekomendasi
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
FIA UI Gelar Pengabdian...
FIA UI Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Lansia di Sijuk Belitung
Berita Terkini
Agustina Arumsari Ditunjuk...
Agustina Arumsari Ditunjuk Jadi Juru Bicara BGN
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
Prabowo Ungkap Indonesia...
Prabowo Ungkap Indonesia Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved