PKS: Jangan Sampai Penanganan COVID-19 Tanpa Arah Terulang Lagi

Kamis, 23 Juli 2020 - 11:41 WIB
loading...
PKS: Jangan Sampai Penanganan...
Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta mengkritik langkah pemerintah sering mengganti nama dan istilah dalam penanganan COVID-19. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional diminta untuk membenahi persoalan substansi dalam penanggulangan pandemi COVID-19 dan dampaknya. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik langkah pemerintah sering mengganti nama dan istilah dalam penanganan COVID-19.

Pemerintah pernah mengkampanyekan New Normal. Belakangan diganti menjadi adaptasi kebiasaan baru. Istilah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG) kini berubah menjadi suspek, kontak erat, dan konfirmasi COVID-19. (Baca juga: BNPB Catat 1.663 Kejadian Bencana Telah Melanda Indonesia Sepanjang 2020)

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pun tak luput dari pergantian nama. Sekarang namanya menjadi satuan tugas (Satgas). “Jika hanya ganti nama tanpa ada substansi yang diperbaiki, ini akan sia-sia dan hanya jadi pepesan kosong,” ujar Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (23/7/2020).

Pada Mei lalu, Sukamta sudah menjabarkan lima persoalan mendasar penanggulangan COVID-19 di Indonesia, seperti tidak adanya grand desain dan koordinasi pemerintah yang tidak baik. Selanjutnya, kapasitas uji spesimen masih rendah, kesenjangan sarana dan prasarana, serta tenaga kesehatan di setiap daerah, dan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang tidak optimal.

Menurutnya, kelima persoalan dasar itu masih berlangsung. Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan COVID-19, semua bertanggung jawab kepada presiden.

Padahal di aturan sebelumnya, seperti Keputusan Presiden (Keppres) pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 juga bertanggung jawab langsung kepada presiden.

“Lah kemarin presiden kemana saja? Apakah dengan Perpres ini akan ada jaminan presiden menjadi lebih aktif dan koordinasi lebih baik?” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Dorong Pendidikan Bermutu,...
Dorong Pendidikan Bermutu, PKS Salurkan Bantuan dan Apresiasi Guru Inspiratif
Almuzzammil: Milad ke-24...
Almuzzammil: Milad ke-24 PKS Momentum Gerakan Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi
Respons Usulan KPK,...
Respons Usulan KPK, PKS Akui Sudah Batasi Masa Jabatan Ketum Maksimal 2 Periode
Peduli Keselamatan Pemudik,...
Peduli Keselamatan Pemudik, PKS Dirikan Posko Pelayanan Mudik Gratis
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekomendasi
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Berita Terkini
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Singapura dan Malaysia Melonjak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved