BKKBN Ajak Semua Pihak Kolaborasi Atasi Stunting
Senin, 22 Mei 2023 - 17:44 WIB
loading...
A
A
A
Hasto mengungkapkan, perilaku masyarakat yang mengabaikan gizi seimbang dan kebersihan, pernikahan muda, dan kehamilan yang tidak dipersiapkan dengan baik, turut menjadi faktor mempengaruhi stunting. Selain itu, terdapat juga kasus 4 Terlalu (hamil terlalu di usia terlalu muda, hamil di usia terlalu tua, hamil terlalu sering, hamil terlalu banyak) dalam kehamilan dan kelahiran, berkontribusi menjadi penyebab anak terkena stunting.
"Stunting dapat dicegah dengan memastikan kesehatan calon ibu dan janin serta memastikan anak mendapat asupan gizi seimbang di 1.000 hari pertama kehidupannya," katanya.
Baca juga: Tekan Angka Stunting di Wonosobo, Polri Kolaborasi dengan Dexa Group dan Pemkab
Salah satu kunci utama dalam mencegah stunting adalah memperbanyak konsumsi protein hewani. Keunggulan protein hewani adalah memiliki komposisi asam amino esensial lebih lengkap dibandingkan protein nabati. Selain itu protein hewani juga kaya akan mikronutrien seperti vitamin B12, vitamin D, zat besi, dan zinc.
Pangan sumber protein hewani belum menjadi prioritas belanja rumah tangga. Survei Sosial Ekonomi Nasional pada Maret 2022 mencatat, belanja terbesar kelompok masyarakat 20% ekonomi terbawah adalah makanan dan minuman jadi sebesar 24,5%, beras 19,99%, rokok 11,3%, sayuran 9,25%, ikan dan makanan laut 7,04%, serta telur dan susu 4,65%.
Karena itu, berbagai pihak perlu bersinergi supaya masalah stunting dapat dituntaskan. Peran industri, selama ini juga sudah signifikan, dalam mempercepat penanganan kasus stunting.
"Stunting dapat dicegah dengan memastikan kesehatan calon ibu dan janin serta memastikan anak mendapat asupan gizi seimbang di 1.000 hari pertama kehidupannya," katanya.
Baca juga: Tekan Angka Stunting di Wonosobo, Polri Kolaborasi dengan Dexa Group dan Pemkab
Salah satu kunci utama dalam mencegah stunting adalah memperbanyak konsumsi protein hewani. Keunggulan protein hewani adalah memiliki komposisi asam amino esensial lebih lengkap dibandingkan protein nabati. Selain itu protein hewani juga kaya akan mikronutrien seperti vitamin B12, vitamin D, zat besi, dan zinc.
Pangan sumber protein hewani belum menjadi prioritas belanja rumah tangga. Survei Sosial Ekonomi Nasional pada Maret 2022 mencatat, belanja terbesar kelompok masyarakat 20% ekonomi terbawah adalah makanan dan minuman jadi sebesar 24,5%, beras 19,99%, rokok 11,3%, sayuran 9,25%, ikan dan makanan laut 7,04%, serta telur dan susu 4,65%.
Karena itu, berbagai pihak perlu bersinergi supaya masalah stunting dapat dituntaskan. Peran industri, selama ini juga sudah signifikan, dalam mempercepat penanganan kasus stunting.
Lihat Juga :