Survei Polmatrix, Elektabilitas Prabowo Tertinggi Diikuti Ganjar dan Anies
Sabtu, 20 Mei 2023 - 08:55 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Dendik, peta politik pencapresan akan didominasi perebutan posisi unggul antara Prabowo dan Ganjar. "Meskipun anjlok, tetapi elektabilitas Ganjar masih cukup tinggi dan ada peluang untuk mengalami pemulihan kembali," lanjut Dendik.
Sementara, Prabowo memantapkan diri dengan tren kenaikan elektabilitas yang signifikan. "Menguatnya dukungan publik membuat Prabowo semakin yakin untuk maju sebagai capres dan menjadi magnet bagi partai-partai di luar koalisi PDIP," tandas Dendik.
Sejauh ini, baru Gerindra dan PKB yang tetap pada komitmen mengusung Prabowo, tergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Golkar yang memimpin Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) disebut-sebut bakal bergabung, setelah PPP merapat ke PDIP.
"Upaya membentuk Koalisi Besar sedikit terhambat dengan manuver PDIP mencapreskan Ganjar, terbukti dari lepasnya PPP yang turut mendeklarasikan dukungan terhadap Ganjar," jelas Dendik.
Tetapi dengan menguatnya elektabilitas Prabowo dan stagnannya Ganjar bisa menghidupkan kembali koalisi partai-partai untuk mengusung Prabowo. "Rivalitas Prabowo dan Ganjar akan semakin mengeras dalam beberapa waktu ke depan," tegas Dendik.
Hal itu diperkuat lagi dengan tren penurunan elektabilitas Anies, lebih-lebih Koalisi Perubahan tak kunjung bulat menyepakati nama cawapres. "Tersandungnya Nasdem dalam skandal korupsi Johnny G Plate makin memperburuk citra Anies di mata publik," papar dia.
Di luar tiga besar, papan tengah bursa capres masih dikuasai oleh nama-nama seperti Agus Harimurti Yudhoyono (4,8%) dan Ridwan Kamil (4,5%). Kejutan terjadi dengan menanjaknya elektabilitas Puan (4,0%) hingga menggeser Sandiaga Uno (3,6%).
Sementara, Prabowo memantapkan diri dengan tren kenaikan elektabilitas yang signifikan. "Menguatnya dukungan publik membuat Prabowo semakin yakin untuk maju sebagai capres dan menjadi magnet bagi partai-partai di luar koalisi PDIP," tandas Dendik.
Sejauh ini, baru Gerindra dan PKB yang tetap pada komitmen mengusung Prabowo, tergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Golkar yang memimpin Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) disebut-sebut bakal bergabung, setelah PPP merapat ke PDIP.
"Upaya membentuk Koalisi Besar sedikit terhambat dengan manuver PDIP mencapreskan Ganjar, terbukti dari lepasnya PPP yang turut mendeklarasikan dukungan terhadap Ganjar," jelas Dendik.
Tetapi dengan menguatnya elektabilitas Prabowo dan stagnannya Ganjar bisa menghidupkan kembali koalisi partai-partai untuk mengusung Prabowo. "Rivalitas Prabowo dan Ganjar akan semakin mengeras dalam beberapa waktu ke depan," tegas Dendik.
Hal itu diperkuat lagi dengan tren penurunan elektabilitas Anies, lebih-lebih Koalisi Perubahan tak kunjung bulat menyepakati nama cawapres. "Tersandungnya Nasdem dalam skandal korupsi Johnny G Plate makin memperburuk citra Anies di mata publik," papar dia.
Di luar tiga besar, papan tengah bursa capres masih dikuasai oleh nama-nama seperti Agus Harimurti Yudhoyono (4,8%) dan Ridwan Kamil (4,5%). Kejutan terjadi dengan menanjaknya elektabilitas Puan (4,0%) hingga menggeser Sandiaga Uno (3,6%).
Lihat Juga :