Jokowi Sebut Berani dan Kuat Jadi Kriteria Presiden, Pengamat: Menjurus ke Prabowo
Minggu, 14 Mei 2023 - 18:52 WIB
loading...
Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyambangi Istana Kepresidenan untuk bertemu dengan Presiden Jokowi pada Jumat, 28 Oktober 2022. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Puncak Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia yang dihelat oleh Relawan Joko Widodo (Jokowi) di Istora Senayan, Jakarta, Minggu siang (14/5/2023) telah rampung. Namun belum diumumkan siapa tokoh capres yang paling banyak mendapat dukungan di Musra.
Pengamat Politik dan Akademisi Universitas Al Azhar, Ujang Komaruddin menyatakan, tidak otomatis Musra Relawan Jokowi mendukung Ganjar Prabowo yang akan diusung PDIP. Ujang melihat bisa saja relawan lebih condong kepada Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
"Dari pidato Jokowi, momentum Musra arahnya faktanya membuktikan Prabowo menjadi pilihan Jokowi," kata Ujang.
Jokowi dalam pidatonya sempat menyoroti ketidakpastian dunia yang menurutnya masih akan terjadi dalam lima sampai 10 tahun yang akan datang. "Sehingga nakhodanya harus berani. Berani ambil risiko untuk kepentingan bangsa ini," katanya.
Jokowi sempat menyinggung soal larangan ekspor bijih nikel yang dilakukan di World Trade Organization (WTO) oleh Uni Eropa kepada Indonesia. "Kalau pemimpinnya tidak berani pasti mundur minta ampun."
"Kalau digugat tidak berani, melempem, ya nggak akan sampai kita menjadi negara maju," lanjut dia.
Pengamat Politik dan Akademisi Universitas Al Azhar, Ujang Komaruddin menyatakan, tidak otomatis Musra Relawan Jokowi mendukung Ganjar Prabowo yang akan diusung PDIP. Ujang melihat bisa saja relawan lebih condong kepada Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
"Dari pidato Jokowi, momentum Musra arahnya faktanya membuktikan Prabowo menjadi pilihan Jokowi," kata Ujang.
Jokowi dalam pidatonya sempat menyoroti ketidakpastian dunia yang menurutnya masih akan terjadi dalam lima sampai 10 tahun yang akan datang. "Sehingga nakhodanya harus berani. Berani ambil risiko untuk kepentingan bangsa ini," katanya.
Jokowi sempat menyinggung soal larangan ekspor bijih nikel yang dilakukan di World Trade Organization (WTO) oleh Uni Eropa kepada Indonesia. "Kalau pemimpinnya tidak berani pasti mundur minta ampun."
"Kalau digugat tidak berani, melempem, ya nggak akan sampai kita menjadi negara maju," lanjut dia.
Lihat Juga :