Soal Pertemuan Prabowo-SBY, Gerindra: Sedang Cocokkan Waktu
Sabtu, 13 Mei 2023 - 18:23 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cawapres Prabowo Masih Misteri, Gerindra: Sabar, H Minus 1 Jam juga Bisa Berubah
Kabar rencana pertemuan Prabowo dan SBY diungkapkan Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution. Awalnya Syahrial menyampaikan silaturahmi parpol terjalin baik antara Partai Demokrat bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem yang kini berkumpul dalam Koalisi Perubahan.
Tak hanya bersama partai koalisi, kata dia, Demokrat juga bersilaturahmi dengan Partai Golkar dan PKB yang juga membuka hati bersilaturahmi ke Demokrat, khususnya SBY. "Rencananya @Gerindra pun akan lakukan hal yang sama. Inilah "Koalisi Besar" utk bangsa," kata Syahrial dikutip dari cuitan di akun Twitter pribadinya, Rabu (10/5/2023).
Koalisi besar untuk bangsa yang dimaksudnya ini adalah semua parpol saling menghormati seluruh potensi anak bangsa, sepaham bahwa negara tidak bisa diurus hanya oleh satu kelompok, menghormati independensi partai politik, dan bangsa Indonesia menaungi beragam perbedaan. "Parpol yang eksklusif, mau menang sendiri, berprinsip the winner takes all akan sulit diajak musyawarah untuk kebaikan bangsa," ujarnya.
Kabar rencana pertemuan Prabowo dan SBY diungkapkan Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat, Syahrial Nasution. Awalnya Syahrial menyampaikan silaturahmi parpol terjalin baik antara Partai Demokrat bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Nasdem yang kini berkumpul dalam Koalisi Perubahan.
Tak hanya bersama partai koalisi, kata dia, Demokrat juga bersilaturahmi dengan Partai Golkar dan PKB yang juga membuka hati bersilaturahmi ke Demokrat, khususnya SBY. "Rencananya @Gerindra pun akan lakukan hal yang sama. Inilah "Koalisi Besar" utk bangsa," kata Syahrial dikutip dari cuitan di akun Twitter pribadinya, Rabu (10/5/2023).
Koalisi besar untuk bangsa yang dimaksudnya ini adalah semua parpol saling menghormati seluruh potensi anak bangsa, sepaham bahwa negara tidak bisa diurus hanya oleh satu kelompok, menghormati independensi partai politik, dan bangsa Indonesia menaungi beragam perbedaan. "Parpol yang eksklusif, mau menang sendiri, berprinsip the winner takes all akan sulit diajak musyawarah untuk kebaikan bangsa," ujarnya.
(cip)
Lihat Juga :