Pemerintah Antisipasi Cuaca Buruk di Lokasi KTT ASEAN dengan 20 Ton Garam
Kamis, 11 Mei 2023 - 02:20 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, BMKG bertugas menentukan awan dan titik koordinat semai NaCl atau garam. Kemudian, garam akan diangkut dengan menggunakan pesawat milik TNI AU dan ditabur secara manual di atas awan target.
Penyemaian awan atau cloud seeding dengan menggunakan NaCl atau garam akan dilakukan di awan-awan hujan cumulus. Garam disemai bertujuan untuk mempercepat proses hujan agar segera terjadi sebelum memasuki venue KTT ASEAN di Labuan Bajo.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan pemerintah telah menyiapkan 20 ton garam untuk menyukseskan operasi TMC ini. Adapun titik semai di antaranya, timur laut dan timur Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, perbatasan Kabupaten Manggarai Barat, dan Manggarai Timur, Laut Sawu, serta Perairan dan Padang Savana NTT.
"Ketinggian penyemaian awan dilakukan diketinggian 8.000 - 10.000 kaki dari permukaan laut (dpl)," jelasnya.
Dia mengatakan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer dan prakiraan dari data meteorologi BMKG, telah terjadi peningkatan kondisi cuaca yang disebabkan oleh dinamika cuaca yaitu perkembangan Madden Julian Oscillation (MJO) berada di kuadran 5.
Penyemaian awan atau cloud seeding dengan menggunakan NaCl atau garam akan dilakukan di awan-awan hujan cumulus. Garam disemai bertujuan untuk mempercepat proses hujan agar segera terjadi sebelum memasuki venue KTT ASEAN di Labuan Bajo.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan pemerintah telah menyiapkan 20 ton garam untuk menyukseskan operasi TMC ini. Adapun titik semai di antaranya, timur laut dan timur Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, perbatasan Kabupaten Manggarai Barat, dan Manggarai Timur, Laut Sawu, serta Perairan dan Padang Savana NTT.
"Ketinggian penyemaian awan dilakukan diketinggian 8.000 - 10.000 kaki dari permukaan laut (dpl)," jelasnya.
Dia mengatakan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer dan prakiraan dari data meteorologi BMKG, telah terjadi peningkatan kondisi cuaca yang disebabkan oleh dinamika cuaca yaitu perkembangan Madden Julian Oscillation (MJO) berada di kuadran 5.
Lihat Juga :