JK Tuding Jokowi Cawe-cawe Pilpres, Gerindra Ikut Keberatan

Rabu, 10 Mei 2023 - 06:32 WIB
loading...
JK Tuding Jokowi Cawe-cawe...
Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Partai Gerindra merasa Jokowi tak perna ikut campur urusan masing-masing parpol koalisi pemerintah. Foto: SINDOnews/Kiswondari
A A A
JAKARTA - Partai Gerindra keberatan atas tudingan mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlalu ikut campur dalam urusan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Gerindra menegaskan pertemuan Jokowi dengan ketua umum (ketum) parpol tidak melanggar undang-undang (UU) apa pun.

"Pertama disampaikan bahwa pertemuan ketum-ketum parpol itu adalah pertemuan silaturahmi halal bihalal partai koalisi pemerintah dan itu tidak ada aturan yang melarang bahwa partai koalisi pendukung pemerintah melakukan silaturahmi dan halal bihalal. Coba cek di undang-undangnya di mana atau aturannya di mana, kan enggak ada kan gitu loh," kata Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (9/5/2023) kemarin.

Baca juga: Survei Pilpres 2024: 57% Ingin Capres yang Lanjutkan Jokowi, 33% Mau Perubahan

Dasco mengatakan, dalam pertemuan itu juga hanya membahas hal-hal terkait update politik. Tidak ada juga pengarahan dari presiden untuk membentuk koalisi atau arahan terkait pilpres.

"Itu pure silaturahmi dan membahas geopolitik update terakhir dan tantangan Indonesia, iya itu. Nah bahwa kemudian ada yang underestimate, saya justru mengimbau gitu kan, apa yang disampaikan, yang dikemukakan itu dipelajari dulu, dikaji dulu, apakah bener begitu," tegasnya.

Menurut Dasco, Partai Gerindra sebagai parpol koalisi pemerintah mengaku keberatan dengan tudingan itu karena merasa Jokowi tidak turut campur dalam urusan hak masing-masing parpol. Sehingga Gerindra pun bisa mencalonkan Prabowo Subianto sebagai capres di Pemilu 2024.

"Partai Gerindra sebagai partai pendukung koalisi pemerintah itu juga berkeberatan soal itu, karena kan kalau terlalu dalam kan dia berarti Pak Presiden kan tidak netral dan mencampuri. Sampai saat ini, Prabowo yang dicapreskan oleh Partai Gerindra melalui rapimnas itu tidak pernmah merasa dicampuri apalagi dicampuri terlalu dalam oleh Presiden," tegasnya.

Dasco menegaskan, sampai saat ini Prabowo yang dicapreskan oleh Partai Gerindra tidak pernah merasa dicampuri, apalagi dicampuri terlalu dalam oleh presiden. Jokowi tidak pernah mengarahkan Gerindra maupun Prabowo.



"Pak Presiden tidak pernah satupun menyampaikan bahwa sebagai partai koalisi pendukung pemerintah misalnya Gerindra harus begini, Pak Prabowo harus begini tidak ada," ungkap Dasco.

Wakil Ketua DPR RI ini juga membantah jika Jokowi mengarahkan parpol pemerintah untuk mengusung capres tertentu. Begitu juga dengan cawapresnya, Gerindra diberi kebebasan untuk memutuskan cawapres pendamping Prabowo.

"Enggak ada (Jokowi mengarahkan pada capres tertentu), kalau memang begitu pak Prabowo dilarang maju ini enggak ada dilarang maju. Cawapresnya juga terserah mau pilih siapa kita karena kita juga sekarang ini sudah ada kesepakatan dengan PKB, ya kita dengan PKB juga lagi membicarakan soal cawapres tanpa intervensi dari pemerintah atau dari presiden," tandas Dasco.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
Rekomendasi
10 Pertandingan Terbaik...
10 Pertandingan Terbaik dalam Sejarah Piala Dunia: Ada Tangan Tuhan Maradona hingga Magis Messi
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
5 Fakta Timnas Spanyol...
5 Fakta Timnas Spanyol Mandul Lawan Cape Verde di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved