Ketua Dewan Pengarah BPIP Beri Arahan Di Acara Haluan 100 Tahun Era Bali Baru
Sabtu, 06 Mei 2023 - 18:48 WIB
loading...
A
A
A
Megawati mengingatkan kepada pejabat dan rakyat Bali agar tidak terlalu terpesona dengan wisatawan asing. Bukan soal anti-asing, namun dirinya tidak ingin rakyat setempat tidak lagi memiliki tempat sehingga malah tersingkirkan.
"Ya, dong, supaya rakyat Bali itu makmur dan sejahtera”, tutur Ketua Dewan Pengarah BPIP.
Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyampaikan peta jalan Haluan Pembangunan Bali 100 kedepan ini merupakan tugas langsung dari Megawati agar Bali dapat maju sekaligus senantiasa mempertahankan kearifan lokalnya dalam 100 tahun ke depan.
“Sebagai Pemimpin Bali, saya memiliki tanggungjawab besar secara Niskala-Sakala, yang mewujud dalam keharusan bertindak untuk menyusun konsep Bali masa depan sebagai haluan pembangunan Bali dengan arah dan strategi yang jelas, terukur, dan berdimensi jangka panjang sampai 100 tahun ke depan demi kesucian dan keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali, untuk kemuliaan generasi Bali sepanjang zaman”, ujar Koster.
Gubernur Bali, Koster menyampaikan dirinya siap dan telah memetakan tiga arus utama dalam pembangunan Bali, yaitu senantiasa berlandaskan pada alam, manusia, dan kebudayaan. Sejalan dengan tiga aspek itu, dia juga menekankan pentingnya menarik isu tersebut pada tri samaya, yaitu atita (masa lalu), wartamana (masa kini), dan Anagata (masa depan).
Konsep Bali masa depan dirancang sesuai dengan pola Tri Samaya, yaitu atita (masa lalu), wartamana (masa kini), dan Anagata (masa depan). Konsep Bali masa depan ini berisi untaian peradaban Bali tempo dulu (Atita), pencapaian Bali masa kini (Wartamana), dan Bali masa depan (Anagata), sampai tahun 2125.
"Ya, dong, supaya rakyat Bali itu makmur dan sejahtera”, tutur Ketua Dewan Pengarah BPIP.
Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyampaikan peta jalan Haluan Pembangunan Bali 100 kedepan ini merupakan tugas langsung dari Megawati agar Bali dapat maju sekaligus senantiasa mempertahankan kearifan lokalnya dalam 100 tahun ke depan.
“Sebagai Pemimpin Bali, saya memiliki tanggungjawab besar secara Niskala-Sakala, yang mewujud dalam keharusan bertindak untuk menyusun konsep Bali masa depan sebagai haluan pembangunan Bali dengan arah dan strategi yang jelas, terukur, dan berdimensi jangka panjang sampai 100 tahun ke depan demi kesucian dan keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali, untuk kemuliaan generasi Bali sepanjang zaman”, ujar Koster.
Gubernur Bali, Koster menyampaikan dirinya siap dan telah memetakan tiga arus utama dalam pembangunan Bali, yaitu senantiasa berlandaskan pada alam, manusia, dan kebudayaan. Sejalan dengan tiga aspek itu, dia juga menekankan pentingnya menarik isu tersebut pada tri samaya, yaitu atita (masa lalu), wartamana (masa kini), dan Anagata (masa depan).
Konsep Bali masa depan dirancang sesuai dengan pola Tri Samaya, yaitu atita (masa lalu), wartamana (masa kini), dan Anagata (masa depan). Konsep Bali masa depan ini berisi untaian peradaban Bali tempo dulu (Atita), pencapaian Bali masa kini (Wartamana), dan Bali masa depan (Anagata), sampai tahun 2125.
Lihat Juga :