Zulhas Turut Berperan Dongkrak Approval Rating Jokowi
Rabu, 03 Mei 2023 - 20:28 WIB
loading...
Presiden Jokowi bersama Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan blusukan ke Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (5/4/2023). FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan ( Zulhas ) disebut sebagai salah satu pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berjasa meningkatkan kepuasan publik (approval rating) terhadap pemerintah yang mencapai 82%. Sebab, tingginya approval rating itu disebabkan terkendalinya harga-harga bahan pokok.
Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat mengomentari hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) bertajuk Peta Elektoral Pilpres dan Antisipasi Putaran Kedua, Rabu (3/5/2023). Dalam survei itu, approval rating Jokowi mencapai 82%.
"Kenapa tingkat kepuasan publik naik? Karena cenderung punya korelasi dengan inflasi," kata Bahlil.
Baca juga: Approval Rating Presiden Jokowi Tertinggi di Dunia
Dia mengatakan, kebijakan pemerintah dalam mengelola inflasi di luar kelaziman lantaran tidak hanya mengandalkan kebijakan Bank Indonesia (BI). Namun, turut bergerak dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, seperti bawang dan cabai, lantaran menyumbang inflasi.
"Untuk seluruh transportasi dari bawang hingga cabai itu ditanggung APBD untuk biayanya agar harganya sama dengan daerah penghasil komoditas tersebut," imbuhnya.
"Menteri Perdagangan, mungkin menteri yang paling stres itu, Pak Zulkifli Hasan karena dia enggak bisa memberikan laporan harga sembako yang asal-asalan karena Pak Presidennya lebih tahu daripada menterinya," sambungnya.
Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat mengomentari hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) bertajuk Peta Elektoral Pilpres dan Antisipasi Putaran Kedua, Rabu (3/5/2023). Dalam survei itu, approval rating Jokowi mencapai 82%.
"Kenapa tingkat kepuasan publik naik? Karena cenderung punya korelasi dengan inflasi," kata Bahlil.
Baca juga: Approval Rating Presiden Jokowi Tertinggi di Dunia
Dia mengatakan, kebijakan pemerintah dalam mengelola inflasi di luar kelaziman lantaran tidak hanya mengandalkan kebijakan Bank Indonesia (BI). Namun, turut bergerak dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, seperti bawang dan cabai, lantaran menyumbang inflasi.
"Untuk seluruh transportasi dari bawang hingga cabai itu ditanggung APBD untuk biayanya agar harganya sama dengan daerah penghasil komoditas tersebut," imbuhnya.
"Menteri Perdagangan, mungkin menteri yang paling stres itu, Pak Zulkifli Hasan karena dia enggak bisa memberikan laporan harga sembako yang asal-asalan karena Pak Presidennya lebih tahu daripada menterinya," sambungnya.
Lihat Juga :