Polemik Ponpes Al Zaytun, SAS Institute Beri Penjelasan Begini
Selasa, 02 Mei 2023 - 16:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Gempar! Ada Perempuan di Baris Terdepan saat Salat Id di Pondok Pesantren Al Zaytun
Abi Rekso selaku Sekretaris Eksekutif Said Aqil Sirodj (SAS) Institute menilai, ada sebuah prakondisi Pemilu 2024 dengan kembali menarik-narik isu Islam.
"Ini ada operasi intelijen yang bekerja untuk kepentingan Pemilu 2024. Kenapa video ini baru muncul tiba-tiba tahun ini? Sebenarnya, secara dalil hukum dan hadis sudah dijelaskan oleh Kiai Marsudi Syuhud dari MUI secara gamblang dan jelas. Bisa ditonton di YouTube, itu tuntas sudah semuanya beliau jelaskan," jelasnya.
Abi Rekso melihat, ada indikasi yang ingin kembali menggunakan isu Islam, untuk mengeruhkan situasi menjelang Pemilu 2024. Dirinya mencatat, ada dua hal penting yang harus dipahami publik terkait isu ini.
Pertama, ada kesan kontroversi ini sengaja diciptakan dengan pendekatan intelijen politik tertentu. Kedua, dengan menyatakan, bahwa aturan saf salat dicampur mengacu pada Mazhab Bung Karno, ini juga keliru bahkan cenderung sesat.
Ketika ditanya lebih dalam terkait operasi intelijen dari pihak mana, Abi Rekso menyatakan, ada kelompok yang sedang bekerja untuk kepentingan politik tertentu menjelang Pemilu 2024.
Abi Rekso selaku Sekretaris Eksekutif Said Aqil Sirodj (SAS) Institute menilai, ada sebuah prakondisi Pemilu 2024 dengan kembali menarik-narik isu Islam.
"Ini ada operasi intelijen yang bekerja untuk kepentingan Pemilu 2024. Kenapa video ini baru muncul tiba-tiba tahun ini? Sebenarnya, secara dalil hukum dan hadis sudah dijelaskan oleh Kiai Marsudi Syuhud dari MUI secara gamblang dan jelas. Bisa ditonton di YouTube, itu tuntas sudah semuanya beliau jelaskan," jelasnya.
Abi Rekso melihat, ada indikasi yang ingin kembali menggunakan isu Islam, untuk mengeruhkan situasi menjelang Pemilu 2024. Dirinya mencatat, ada dua hal penting yang harus dipahami publik terkait isu ini.
Pertama, ada kesan kontroversi ini sengaja diciptakan dengan pendekatan intelijen politik tertentu. Kedua, dengan menyatakan, bahwa aturan saf salat dicampur mengacu pada Mazhab Bung Karno, ini juga keliru bahkan cenderung sesat.
Ketika ditanya lebih dalam terkait operasi intelijen dari pihak mana, Abi Rekso menyatakan, ada kelompok yang sedang bekerja untuk kepentingan politik tertentu menjelang Pemilu 2024.
Lihat Juga :