Ganjar-Erick Dinilai Duet Ideal, Simbol Keberlanjutan Jokowi
Rabu, 26 April 2023 - 22:41 WIB
loading...
Ganjar Pranowo dan Erick Thohir dinilai sebagai duet ideal di Pilpres 2024. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah dideklarasikan sebagai calon presiden (capres) 2024 oleh sejumlah partai politik. Dua di antaranya adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Sejumlah tokoh pun mulai disanding-sandingkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo. Salah satunya Menteri BUMN Erick Thohir.
"Erick Thohir merupakan simbol keberlanjutan pembangunan yang telah dirintis Presiden Jokowi. Sebagai menteri andalan dan selalu menjadi eksekutor dan negosiator, Erick Thohir adalah calon paling ideal untuk Ganjar Pranowo," kata pengamat politik dari Perfektor untuk Indonesia, Amir Faisal, Rabu (26/4/2023).
Baca juga: Sama-sama Usung Ganjar Capres 2024, PDIP dan PPP Segera Bertemu
Menurutnya, Erick Thohir berhasil menjawab tantangan Presiden Jokowi untuk melakukan transformasi perusahaan BUMN dan bersih-bersih dari oknum koruptor. Laba BUMN konsisten meningkat setiap tahun. Mulai dari Rp13 triliun di 2020 menjadi Rp124,7 triliun pada 2021. Kemudian di 2022 laba kembali meningkat menjadi Rp303,7 triliun walaupun angka tersebut belum diaudit. Bersamaan dengan itu kontribusi Kementerian BUMN kepada negara juga meningkat dalam tiga tahun terakhir sebesar Rp68 triliun.
Sejumlah tokoh pun mulai disanding-sandingkan sebagai calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo. Salah satunya Menteri BUMN Erick Thohir.
"Erick Thohir merupakan simbol keberlanjutan pembangunan yang telah dirintis Presiden Jokowi. Sebagai menteri andalan dan selalu menjadi eksekutor dan negosiator, Erick Thohir adalah calon paling ideal untuk Ganjar Pranowo," kata pengamat politik dari Perfektor untuk Indonesia, Amir Faisal, Rabu (26/4/2023).
Baca juga: Sama-sama Usung Ganjar Capres 2024, PDIP dan PPP Segera Bertemu
Menurutnya, Erick Thohir berhasil menjawab tantangan Presiden Jokowi untuk melakukan transformasi perusahaan BUMN dan bersih-bersih dari oknum koruptor. Laba BUMN konsisten meningkat setiap tahun. Mulai dari Rp13 triliun di 2020 menjadi Rp124,7 triliun pada 2021. Kemudian di 2022 laba kembali meningkat menjadi Rp303,7 triliun walaupun angka tersebut belum diaudit. Bersamaan dengan itu kontribusi Kementerian BUMN kepada negara juga meningkat dalam tiga tahun terakhir sebesar Rp68 triliun.
Lihat Juga :