Panglima TNI Kerahkan Pasukan Kopasgat dan Tim Dokter Evakuasi 291 WNI dari Sudan

Senin, 24 April 2023 - 18:28 WIB
loading...
Panglima TNI Kerahkan...
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memimpin apel pemberangkatan satgas evakuasi di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (24/4/2023). Foto: MPI/Refi Sandi
A A A
JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengerahkan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) atau dikenal pasukan baret jingga, hingga tim dokter yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas), untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Sudan ke Jeddah, Arab Saudi.

Hal ini menyusul pecahnya konflik di wilayah Sudan antara militer setempat dengan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF).

Baca Juga: Ngeri! Puluhan Pelajar dan Mahasiswa Asal Sulawesi Selatan Terjebak Perang Sudan

Panglima TNI memimpin langsung apel pemberangkatan satgas evakuasi di Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (24/4/2023). Pasukan baret jingga dengan senjata lengkap menjadi peserta apel berlatar pesawat Boeing 737-7305 milik TNI Angkatan Udara (AU).

"Baru saja kita lakukan upacara pemberangkatan Satgas evakuasi WNI dari Sudan. Rencana akan berangkat besok pagi. Ini jumlahnya kru pesawat, tim pengaman, dokter, dan sebagainya. Ada 39 orang menggunakan pesawat yang ada di belakang ini (Boeing 737-7305 TNI AU)," ujar Yudo saat konferensi pers seusai apel.

Baca Juga: Mengenal 5 Komandan Kopasgat di Era Presiden Joko Widodo

Yudo menjelaskan, total WNI yang akan dievakuasi darurat dari Port Sudan ke Jeddah, berjumlah 291 orang. Fokus evakuasi yakni menyelamatkan ibu hamil hingga yang sedang sakit.

"Diutamakan ibu hamil, ada yang sakit juga, sudah kita siapkan. Makanya kita bawa dokter. Evakuasi darurat dulu baru berikutnya diatur oleh KBRI di sana manalagi yang akan diangkut, karena ini perjalanan penerbangan. Dari Port of Sudan itu ke Jeddah 45 menit, kalau dari Khourtoum sekitar 1,5 jam, sehingga kita ambil yang darurat dulu, bisa lebih cepat mengangkut," bebernya.



Yudo mengungkapkan bahwa situasi di Sudan sedang gencatan senjata atau waktu untuk menyelamatkan WNI di sana. Ia berharap evakuasi dapat berjalan dengan baik dan lancar.

"Semoga dapat terlaksana dengan baik dan lancar ya karena memang situasi di sana saat ini gencatan senjata katanya. Sehingga kita ada waktu untuk ambil WNI di sana," jelasnya.

Pada tahap 1 pemerintah telah mengevakuasi 538 WNI dari Khartoum, lokasi utama pertempuran yang terus berlangsung antara tentara Sudan dan RSF.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan proses evakuasi WNI dari Sudan tidak mudah karena dilakukan di tengah pertempuran yang masih terus berlangsung. Untuk itu, pemerintah berupaya menyiapkan rencana yang matang dengan memprioritaskan keselamatan para WNI.

“Saya terus mengikuti jam-per-jam proses evakuasi. Saya juga melaporkan proses evakuasi ini kepada Bapak Presiden (Joko Widodo),” kata Retno.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Profil Brigjen Muhammad...
Profil Brigjen Muhammad Nas, Ahli Intelijen yang Diangkat Jadi Kapuspen TNI
UEA Bayar Tentara Bayaran...
UEA Bayar Tentara Bayaran Kolombia untuk Membantu Militan Sudan Bunuh Warga Sipil
2 Brigjen dan 1 Kolonel...
2 Brigjen dan 1 Kolonel Digeser Jadi Danrem pada Mutasi Maret 2026, Ada Kasdivif 1 Kostrad
Cek Kesiapan Arus Mudik...
Cek Kesiapan Arus Mudik Pelabuhan Merak, Kapolri, Panglima TNI, hingga Menko PMK Patroli Naik Heli
Rekomendasi
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Berita Terkini
Dito Ariotedjo Lebih...
Dito Ariotedjo Lebih Langsing saat Penuhi Panggilan KPK Hari Ini: Finish Hyrox Under 2 Jam
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Roy Suryo Geleng-geleng Kepala Dengar Jawaban Polda Metro Jaya
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Berkas Vonis Nadiem...
Berkas Vonis Nadiem Makarim di Kasus Chromebook Setebal 1.146 Halaman
AHY Hadiri Kampanye...
AHY Hadiri Kampanye Nasional Grab, Dorong Percepatan Tranformasi Transportasi Ramah Lingkungan
Infografis
Profil Gatot Nurmantyo,...
Profil Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Bursa Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved