Dinilai The King Maker Pencapresan Ganjar, Jokowi Miliki Dua Keranjang Telur
Sabtu, 22 April 2023 - 07:26 WIB
loading...
A
A
A
Setidaknya bagi koalisi pemerintah saat ini kecuali Partai Nasdem, kata dia, dengan dideklarasikannya Ganjar sebagai capres semakin jelas siapa yang diusung. Walaupun tak bisa dipungkiri akan mengemuka tarikan politik yang kuat soal capres yang akan didukung menimbang elektabilitas Prabowo dan Gerindra sedang dalam tren kenaikan pasca penolakan PDIP terhadap Timnas Israel U-20.
"Di titik inilah peran Presiden Jokowi begitu krusial. Karena tak bisa dipungkiri selain sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, kini beliau menempatkan diri sebagai penentu capres (The King Maker) untuk Pilpres 2024."
Dia melanjutkan peran The King Maker ini mengemuka bukan tanpa alasan. Karena ditopang atas tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Jokowi yang tinggi dan ditambah ekses dua Pilpres 2014 dan 2019 yang begitu tajam sehingga memunculkan pendukung laten Jokowi yang loyal.
"Kepiawaian Presiden Jokowi sebagai The King Maker begitu dituntut untuk memuluskan misi beliau menjaga warisan kebijakan (legacy) pemerintahan saat ini. Akhirnya bagaimana dinamika politik pasca pencapresan Ganjar oleh PDIP?" paparnya.
Pertama, jalan PDIP menang hattrick dalam pilpres dan pileg akan semakin mudah bila mampu berkolaborasi dengan Presiden Jokowi dalam mengkonsolidasikan KIB dan KKIR dalam Koalisi Besar. Walaupun ini bukan pekerjaan mudah, menimbang di setiap poros prapilpres sudah mengemuka nama capres-cawapres yang akan diusung.
"Misalnya di sisi KIB, bagaimana nasib Airlangga yang menginginkan tiket RI 2 untuk mengamankan kursi Ketum Golkar pasca gonjang-ganjing di internal? Sementara di sisi KKIR lebih kompleks lagi, karena baik Prabowo maupun Cak Imin sama-sama mengunci tiket capres-cawapres."
"Artinya bukan perkara mudah mempertemukan beragam kepentingan di atas dalam sebuah titik temu karena masing-masing kandidat juga merupakan ketua umum partai yang berharap pencalonan atas dirinya memiliki efek elektoral bagi partai yang dipimpinnya," sambungnya.
"Di titik inilah peran Presiden Jokowi begitu krusial. Karena tak bisa dipungkiri selain sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, kini beliau menempatkan diri sebagai penentu capres (The King Maker) untuk Pilpres 2024."
Dia melanjutkan peran The King Maker ini mengemuka bukan tanpa alasan. Karena ditopang atas tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Jokowi yang tinggi dan ditambah ekses dua Pilpres 2014 dan 2019 yang begitu tajam sehingga memunculkan pendukung laten Jokowi yang loyal.
"Kepiawaian Presiden Jokowi sebagai The King Maker begitu dituntut untuk memuluskan misi beliau menjaga warisan kebijakan (legacy) pemerintahan saat ini. Akhirnya bagaimana dinamika politik pasca pencapresan Ganjar oleh PDIP?" paparnya.
Pertama, jalan PDIP menang hattrick dalam pilpres dan pileg akan semakin mudah bila mampu berkolaborasi dengan Presiden Jokowi dalam mengkonsolidasikan KIB dan KKIR dalam Koalisi Besar. Walaupun ini bukan pekerjaan mudah, menimbang di setiap poros prapilpres sudah mengemuka nama capres-cawapres yang akan diusung.
"Misalnya di sisi KIB, bagaimana nasib Airlangga yang menginginkan tiket RI 2 untuk mengamankan kursi Ketum Golkar pasca gonjang-ganjing di internal? Sementara di sisi KKIR lebih kompleks lagi, karena baik Prabowo maupun Cak Imin sama-sama mengunci tiket capres-cawapres."
"Artinya bukan perkara mudah mempertemukan beragam kepentingan di atas dalam sebuah titik temu karena masing-masing kandidat juga merupakan ketua umum partai yang berharap pencalonan atas dirinya memiliki efek elektoral bagi partai yang dipimpinnya," sambungnya.
Lihat Juga :