Koleksi Brevet Letjen TNI Agus Subiyanto, Sosok Jenderal Pendamping Dudung Abdurachman
Sabtu, 22 April 2023 - 06:00 WIB
loading...
A
A
A
Selain menuruti keinginan sang ayah, ada momen lain yang membuat Agus Subiyanto mantap menjadi prajurit TNI. Suatu ketika pada Februari 1986, Agus yang baru selepas lulus SMA berboncengan sepeda motor dengan dua temannya menuju ke tempat nongkrong anak muda. Tidak satu pun dari mereka yang mengenakan helm.
Di tengah jalan, saat melintas di pertigaan Leuwigajah, Baros, Kota Cimahi, Jawa Barat, mereka dihentikan oleh Polisi Militer (PM/POM). Ketiganya pun langsung dibawa ke Kantor Denpom di Jalan Gatot Subroto. Tak dinyana, akibat kesalahannya, sepatu bersol hitam dari bahan kulit keras bergerigi mendarat di perut, pinggang, dan tulang keringnya berulang-ulang. Meski terasa sakit, Agus berusaha tidak menundukkan kepalanya.
"Kutatap dalam-dalam lelaki yang menuntaskan emosinya itu. Dalam hati saya marah dan saya bilang, lihat saja nanti kalau saya jadi tentara," kenang Agus.
Baca juga: Kisah Letjen Agus Subiyanto Ditinggal Orang Tua Semasa Kecil hingga Ditendang Polisi Militer
Niat Agus menjadi tentara pun semakin bulat. Sempat gagal masuk Sekolah Calon Bintara (Secaba), Agus malah diterima di Akmil. Setelah menjalani pendidikan, ia lulus pada 1991. Selanjutnya ia mengikuti Kursus Dasar Kecabangan (Sussarcab) Infanteri dan masuk dalam anggota Kopassus.
Di tengah jalan, saat melintas di pertigaan Leuwigajah, Baros, Kota Cimahi, Jawa Barat, mereka dihentikan oleh Polisi Militer (PM/POM). Ketiganya pun langsung dibawa ke Kantor Denpom di Jalan Gatot Subroto. Tak dinyana, akibat kesalahannya, sepatu bersol hitam dari bahan kulit keras bergerigi mendarat di perut, pinggang, dan tulang keringnya berulang-ulang. Meski terasa sakit, Agus berusaha tidak menundukkan kepalanya.
"Kutatap dalam-dalam lelaki yang menuntaskan emosinya itu. Dalam hati saya marah dan saya bilang, lihat saja nanti kalau saya jadi tentara," kenang Agus.
Baca juga: Kisah Letjen Agus Subiyanto Ditinggal Orang Tua Semasa Kecil hingga Ditendang Polisi Militer
Niat Agus menjadi tentara pun semakin bulat. Sempat gagal masuk Sekolah Calon Bintara (Secaba), Agus malah diterima di Akmil. Setelah menjalani pendidikan, ia lulus pada 1991. Selanjutnya ia mengikuti Kursus Dasar Kecabangan (Sussarcab) Infanteri dan masuk dalam anggota Kopassus.
Lihat Juga :