Serangan Subuh Idulfitri, Pasukan Siliwangi Tembak Mati Pentolan Pemberontak Paling Dicari

Jum'at, 21 April 2023 - 06:18 WIB
loading...
A A A
Dalam suasana pagi buta yang masih samar-sama tersebut tampak seseorang keluar dan berlari membawa sesuatu. Prajurit Kujang mengira barang di tangan orang tersebut granat.

Tak mau mengambil risiko, Kopral III Sadeli menembakkan rentetan senapan Thompson. Tiga peluru bersarang di tubuh pria itu yang membuatnya roboh bersimbah darah. Kala fajar mulai menyingsing, mayat-mayat yang berserakan dikumpulkan.

“Akhirnya diyakini salah satu yang tewas adalah Kahar Muzakkar, orang paling ditakuti sejak 1950 dan yang mengangkat dirinya sebagai Khalifah RPII,” kata Atmadji.

Kahar meninggal akibat terjangan peluru pada pagi buta 3 Februari 1965 itu, bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri. Kematian itu mengakhiri sepak terjang Kahar, sosok yang semula dikenal sebagai sosok patriotik pembela bangsa.

Pada mulanya seorang nasionalis. Dia bahkan dikenal pernah menjadi pengawal Presiden Soekarno. Namun kekecewaan terhadap pemerintah membuat dia mengambil jalan pemberontakan. Pada rapat raksasa di Ikada, 19 September 1945, Kahar ikut mengawal Presiden Soekarno.

Pemberontakan Kahar mula-mula dipicu kekecewaan mendalam. Menurut Sejarawan Universitas Indonesia (UI) Anhar Gonggong, kekecewaan itu persisnya ketika Kolonel Alex Kawilarang menolak Kesatoean Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) bentukan Kahar masuk Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Penolakan itu membikin La Domeng merasa gagal mengembalikan harga dirinya sebagai orang Bugis-Makassar. Kahar berikut KGSS lalu memutuskan bergabung dengan gerakan DI/TII Kartosoewirjo pada 20 Agustus 1952.

Meski riwayatnya berakhir, namun bagian sebagian masyarakat Sulawesi terutama Luwu, masih ada yang memercayai Kahar masih hidup.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Momen Mengharukan Prabowo...
Momen Mengharukan Prabowo Peluk dan Cium Putra Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Mensesneg: TNI-Polri...
Mensesneg: TNI-Polri Tulang Punggung Pengamanan saat Ramadan-Lebaran
TNI Segera Tindak Lanjuti...
TNI Segera Tindak Lanjuti Perintah Prabowo soal Penambahan Batalyon Kesehatan
Mutasi TNI, 9 Perwira...
Mutasi TNI, 9 Perwira Digeser ke Dewan Pertahanan Nasional
Periksa Pasukan di HUT...
Periksa Pasukan di HUT ke-80 TNI, Prabowo Berulang Kali Ucapkan Terima Kasih kepada Prajurit
Bom Mobil Meledak di...
Bom Mobil Meledak di KA Militer Pakistan, 24 Orang Tewas
Mali Kacau! Separatis...
Mali Kacau! Separatis Serang Basis Militer Seluruh Negeri, Menhan Camara Tewas
Libur Lebaran 2026,...
Libur Lebaran 2026, Krakatau Park Jadi Magnet Wisatawan di Lampung Selatan
Rekomendasi
Ada Perusahaan Menolak...
Ada Perusahaan Menolak Didata Sensus Ekonomi 2026, Siap-siap! Dibina Kemenperin
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Rudy Poa Kembali Kibarkan...
Rudy Poa Kembali Kibarkan Merah Putih di Asia Cross Country Rally 2026, Delapan Kali Tampil Membela Indonesia
Berita Terkini
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved