Mengenang Buya Hamka, Sastrawan dan Ulama yang Wafat di Bulan Ramadan
Minggu, 16 April 2023 - 22:24 WIB
loading...
A
A
A
Buku pertama yang berhasil diterbitkan berjudul Khathibul Ummah. Buku ini berisi kumpulan pidato yang pernah didengarnya di Surau Jembatan Besi. Setelahnya, ia kembali menerbitkan buku yaitu Tafisr Al-Azhar yang di dalamnya terdapat ceramah yang pernah ia sampaikan di Masjid Agung Al-Azhar sejak 1959. Buku tersebut ditulisnya saat mendekam di penjara sebagai tahanan politik.
Lalu, ia membuat sebuah novel klasik berjudul Di Bawah Lindungan Ka’bah. Buku tersebut berisi pandangannya mengenai pola pikir orang yang suka mengelompokkan berdasarkan kasta. Novel ini berhasil dijadikan film layar lebar pada tahun 1982.
Baca Juga: Vino G Bastian Ziarah ke Makam Buya Hamka Jelang Penayangan Film
Ada juga novel bernuansa roman yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Film layar lebarnya yang diangkat dari buku itu sukses tayang pada tahun 2013.
Buya Hamka juga memiliki peran dalam sejarah perjuangan Indonesia. Saat perang gerilya ia ikut mengusir penjajah dengan cara mengobarkan semangat berjuang dan bergerilya di hutan di Medan.
Lalu, ia membuat sebuah novel klasik berjudul Di Bawah Lindungan Ka’bah. Buku tersebut berisi pandangannya mengenai pola pikir orang yang suka mengelompokkan berdasarkan kasta. Novel ini berhasil dijadikan film layar lebar pada tahun 1982.
Baca Juga: Vino G Bastian Ziarah ke Makam Buya Hamka Jelang Penayangan Film
Ada juga novel bernuansa roman yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Film layar lebarnya yang diangkat dari buku itu sukses tayang pada tahun 2013.
Buya Hamka juga memiliki peran dalam sejarah perjuangan Indonesia. Saat perang gerilya ia ikut mengusir penjajah dengan cara mengobarkan semangat berjuang dan bergerilya di hutan di Medan.
Lihat Juga :