Website Kerap Diretas, Komisi II Sarankan KPU Gandeng BSSN

Senin, 20 Juli 2020 - 19:02 WIB
loading...
Website Kerap Diretas,...
Foto/ilustrasi.pixabay
A A A
JAKARTA - Komisi II DPR menyesalkan fakta bahwa website Komisi Pemilihan Umum (KPU) seringkali menjadi sasaran empuk peretasan sejumlah pihak yang tidak bertanggung jawab padahal, sistem pemilu di Indonesia belum menggunakan teknologi informasi seperti e-voting maupun e-rekap.

Untuk itu, Komisi II menyarankan agar KPU bisa menggandeng lembaga negara kompeten seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) , Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bahkan Cyber Crime Polri untuk menjamin keamanan website.

Website mereka rawan terhadap peretasan karena banyak orang yang berkepentingan. Beraneka ragam kepentingan, entah kepentingan politik, kepentingan bisnis, dan lain-lain. karena di situ banyak sekali menyangkut data-data pribadi termasuk data pemilih. Nah karena itu, KPU harus benar-benar menjamin dan memastikan terkait dengan keamanan situs mereka yang tidak mudah diretas,” kata Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa kepada SINDO Media, Senin (20/7/2020).

(Baca: DPR Minta Menpan RB Bikin Daftar Lembaga Negara yang Akan Dibubarkan)

Menurut Saan, jika keamanan data di KPU maupun website terus menerus diretas dengan mudah, dampaknya pada kepercayaan publik terhadap KPU dan juga akan berpengaruh pada legitimasi proses-proses penyelenggaraan politik yang diseleggarakan oleh KPU. “Jadi, soal kepercayaan macem-macem penting sekali KPU perhatikan,” pintanya.

Terlebih, Sekretaris Fraksi Partai Nasdem ini melanjutkan, karena di Indonesia sedang menuju digitalisasi pemilu maka, mulai sekarang KPU harus menunjukkan bahwa KPU siap dengan modernisasi itu. Dengan cara, data yang tidak mudah bocor, website yang tidak mudah diretas dan variable lainnya.

“KPU harus mulai memmbangun sebuah keperceayaan bahwa mereka masuk pada fase teknologi informasi menjadi bagian dari proses penyelenggaraan politik atau pemilu. Itu diperlihatkan dengan tidak mudah bocor dan diretas. kalau hari ini ada kejadian mudah diretas dan bocor datanya,” jelas Saan.

(Baca: Ditanya Keamanan Data, Menkominfo Sebut Tanggung Jawab Ada di BSSN)

Saan khawatir jika website KPU sering diretas atau bahkan datanya dibobol, maka keyakinan publik akan runtuh jika nanti e-voting atau e-rekap akan diberlakukan. Terlebih pada pillada ini rencananya sudah mulai e-rekap. “Kekhawatiran untuk menggunakan e-rekap dan sebagainya menjadi kurang keyakinan publik,” imbuhnya.

Karena itu, Saan menyarankan agar KPU bisa segera mencari ahli di teknologi informasi yang memang punya kemampuan yang cukup handal untuk membenahi website KPU. KPU juga perlu menggandeng lembaga negara lain yang bisa ikut menjaga itu. Misalnya, membentuk semacam Gugus Tugas Pengamanan Data, menggandeng BSSN, Kominfo dan Cyber Crime Polri.

“Lembaga-lembaga itu bisa KPU gandeng terkait keamanan, jadi lembaga yang kompeten bisa digandeng oleh KPU,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
MK: Parpol Melanggar...
MK: Parpol Melanggar Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Bakal Didiskualifikasi
Putusan MK soal Jakarta...
Putusan MK soal Jakarta Tetap Ibu Kota, Komisi II DPR Sebut Tak Perlu Dorong Prabowo Terbitkan Keppres IKN
DPD Perindo Jaktim Optimistis...
DPD Perindo Jaktim Optimistis Lolos Verifikasi 2027, Matangkan Struktur lewat Rakorda
Dukung Kampus Patriot,...
Dukung Kampus Patriot, Kementerian Transmigrasi Perkuat Infrastruktur Digital dengan BSSN
DPRD Kabupaten Waropen...
DPRD Kabupaten Waropen Diminta Hentikan Proses PAW Nixon Yenusi
Rekomendasi
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Gaza Harus Diperlakukan...
Gaza Harus Diperlakukan seperti Jepang dan Jerman setelah PD II
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved