DPR Resmi Sahkan RUU Landas Kontinen Menjadi UU

Kamis, 13 April 2023 - 11:28 WIB
loading...
DPR Resmi Sahkan RUU...
Ketua Pansus RUU Landas Kontinen Nurul Arifin menyampaikan laporan tentang pembahasan RUU Landas Kontinen. Foto/Tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengesahkan RUU Landas Kontinen menjadi UU dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-21 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2022-2023, Kamis (13/4/2023). Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang mewakili pemerintah mengapresiasi pengesahan RUU Landas Kontinen tersebut.

Ketua Pansus RUU Landas Kontinen Nurul Arifin menyebutkan, Presiden RI melalui surat Nomor R/42/MPI/2020 tanggal 8 Oktober 2020 telah menyampaikan RUU tentang Landas Kontinen dan menugaskan Menteri KP, Menteri Pertahanan, Menlu, dan Menkumham mewakili pemerintah untuk membahas bersama dengan DPR.

Berdasarkan hasil rapat konsultasi pengganti Rapat Badan Musyawarah tanggal 3 Desember 2020 dan Rapat Paripurna 7 Desember 2020, maka dibentuklah Pansus RUU Landas Kontinen.

Menindaklanjuti penugasan tersebut, rapat intern Pansus DPR pada 20 Januari 2021 telah menyetujui pembahasan RUU tersebut. Pansus DPR telah melaksanakan rangkaian kegiatan seperti rapat kerja dengan pemerintah, rapat dengar pendapat dengan TNI AL, Bakamla, Badan Informasi Geospasial, BRIN, Pertamina, Telkom, dan SKK Migas.

Baca Juga: Negara yang Pernah Mengklaim Laut Natuna Sebagai Wilayahnya, Siapa Saja?

"Kami juga telah melakukan rapat dengar pendapat umum dengan ahli hukum laut, ahli hukum internasional, ahli hukum pidana serta kunjungan kerja baik ke dalam maupun luar negeri. Pembicaraan tingkat pertama dilaksanakan secara komprehensif, mendalam dan terbuka," kata Nurul.

Pada 27 Maret 2023, seluruh fraksi menyampaikan pendapat menyetujui RUU Landas Kontinen untuk dibahas pada tingkat dua untuk diambil keputusan dalam Rapat Paripurna DPR RI.

RUU tentang Landas Kontinen dimaksudkan untuk mengatur dan mengakomodasi perkembangan pengaturan mengenai landasan kontinen di Indonesia. Saat ini, Indonesia telah memiliki UU Nomor 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia yang mengacu pada Konvensi Geneva Tahun 1958.

RUU Landas Kontinen terdiri dari 11 bab, 59 pasal telah disepakati pemerintah dan DPR untuk menjadi UU dengan beberapa perubahan substansial atau teknis.

"Beberapa substansi krusial yang dilakukan perubahan dan perlu disampaikan yakni penyempurnaan istilah dalam RUU Landas Kontinen seperti dumping, tepian kontinen, lereng, dan punggungan," ungkap Nurul.

Kemudian, ada juga terkait perubahan substansi mengenai penyidikan dalam bab VII tentang pengawasan hukum, memasukkan kepolisian sebagai penyidik tindak pidana di landas kontinen selain TNI AL dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil dalam penegakan hukum. Menambahkan pengaturan PPNS di bawah koordinasi penyidik kepolisian.

Lalu ada pula perubahan substansi ketentuan pidana di Bab 8, yakni penyesuaian subjek hukum yang dikenai sanksi pidana sesuai UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Selain itu, RUU Landas Kontinen juga mengakomodasi pemisahan sanksi pidana dan sanksi administratif terhadap pelanggaran penelitian ilmiah kelautan. Ada juga penyempurnaan kategori pidana penjara dan denda sesuai unsur pelanggaran dan dampak pelanggaran.

Ada juga penghapusan tiga pasal dalam bab ketentuan pidana karena pengaturannya berulang dan sudah diakomodasi dalam pasal lainnya.

"Pansus DPR RI mengharapkan persetujuan Rapat Paripurna DPR hari ini untuk terhadap RUU tersebut untuk selanjutnya kemudian disampaikan kepada Presiden dan kemudian disahkan menjadi UU," pungkasnya.

Menutup sambutannya, Nurul kemudian berpantun:

Pergi berlayar sampai ke batas
Di seberang pulau harum bunga melati
RUU sudah dibahas dengan tuntas
Keputusan Tingkat II kami nanti

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad sebagai pimpinan sidang kemudian menanyakan kepada setiap anggota DPR apakah Rancangan Undang-Undang tentang Landas Kontinen dapat disetujui dan disahkan menjadi UU.

"Setuju," jawab para anggota DPR yang hadir baik secara fisik maupun daring. Dasco kemudian mengetuk palu tanda pengesahan persetujuan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang mewakili pemerintah mengapresiasi pengesahan RUU Landas Kontinen tersebut. "Penyempurnaan UU sebelumnya yang tidak sesuai dengan perkembangan hukum dan kebutuhan nasional untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia," kata Wahyu Trenggono.

"Sidang Dewan yang kami hormati dan hadirin yang kami muliakan, selanjutnya kami akan menanyakan sekali lagi kepada seluruh anggota apakah RUU Tentang Landas Kontinen dapat disetujui untuk disahkan menjadi UU," tanya Dasco lagi.

"Setuju," jawab para anggota DPR. Kemudian Dasco kembali mengetuk palu tanda pengesahan RUU Landas Kontinen telah sah menjadi UU Landas Kontinen.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Korea...
5 Fakta Menarik Korea Selatan Tumbang dari Meksiko di Piala Dunia 2026
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Berita Terkini
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Roy Suryo-Dokter Tifa...
Roy Suryo-Dokter Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Pakar: Untuk Kebutuhan Penyidikan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Jokowi Janji Bawa Ijazah Asli ke Persidangan
Datangi Polda Metro,...
Datangi Polda Metro, Farhat Abbas Ingin Lihat Langsung Roy Suryo Pakai Rompi Tahanan
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved