Para Tokoh Diminta Selalu Ingatkan Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi
Senin, 20 Juli 2020 - 12:01 WIB
loading...
A
A
A
Ridwan menyebutkan, dalam kasus Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) ini ada pihak yang membela dan ada pihak yang menolak, meskipun sebetulnya ideologi Pancasila ini sudah menjadi harga mati bagi bangsa Indonesia ini.
Ridwan menyampaikan agar jangan lagi para tokoh agama maupun tokoh masyarakat menjadi egois karena ini kepentingan bersama yang harus dijaga demi kemanusiaan. Karena para tokoh tersebut punya peran untuk menyatukan dan menyelamatkan para umat.
“Tokoh agama dan tokoh jangan lagi egois, harus berpikir bahwa kita ini untuk menyelamatkan umat, umat siapa pun, agama apa pun kita harus jaga kemanusiaan yang ada. Lambang-lambang kecintaan dan kebersamaan harus terus dibangun dan disebarkan dalam setiap ceramah-ceramah,” jelasnya.
Ridwan juga mengingatkan agar pemerintah tidak lupa untuk merangkul semua pihak, termasuk seluruh semua elemen masyarakat untuk diajak berdialog dan bersama-sama mencari solusi permasalahan bangsa, jangan malah memusuhi tokoh-tokoh masyarakat ataupun ulama.
“Rangkul mereka, ajak dialog, ajak berbicara, sehingga mereka bisa mengajak seluruh masyarakat untuk bisa dingin hati, berfikir cerdas, kemudian bersama-sama mencari solusi bagaimana agar semuanya bisa damai dan bahagia yang tentu saja kita harus saling menghormati satu sama lainnya,” ujarnya
Ridwan menyampaikan agar jangan lagi para tokoh agama maupun tokoh masyarakat menjadi egois karena ini kepentingan bersama yang harus dijaga demi kemanusiaan. Karena para tokoh tersebut punya peran untuk menyatukan dan menyelamatkan para umat.
“Tokoh agama dan tokoh jangan lagi egois, harus berpikir bahwa kita ini untuk menyelamatkan umat, umat siapa pun, agama apa pun kita harus jaga kemanusiaan yang ada. Lambang-lambang kecintaan dan kebersamaan harus terus dibangun dan disebarkan dalam setiap ceramah-ceramah,” jelasnya.
Ridwan juga mengingatkan agar pemerintah tidak lupa untuk merangkul semua pihak, termasuk seluruh semua elemen masyarakat untuk diajak berdialog dan bersama-sama mencari solusi permasalahan bangsa, jangan malah memusuhi tokoh-tokoh masyarakat ataupun ulama.
“Rangkul mereka, ajak dialog, ajak berbicara, sehingga mereka bisa mengajak seluruh masyarakat untuk bisa dingin hati, berfikir cerdas, kemudian bersama-sama mencari solusi bagaimana agar semuanya bisa damai dan bahagia yang tentu saja kita harus saling menghormati satu sama lainnya,” ujarnya
(dam)
Lihat Juga :