Fahri Hamzah Tawarkan Novel Baswedan Jadi Caleg Gelora, Gratis!
Kamis, 06 April 2023 - 14:29 WIB
loading...
Wakil Ketua Partai Gelora Fahri Hamzah (kiri) berbincang dengan Novel Baswedan (kanan) dalam podcast yang diunggah di kanal YouTube. FOTO/TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE NOVEL BASWEDAN
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menawarkan kepada eks penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan untuk menjadi calon anggota legislatif (caleg). Fahri siap memfasilitasi jika Novel menjadi caleg melalui partainya.
Tawaran itu bermula ketika Fahri Hamzah membeberkan perjuangan mengawasi KPK melalui akun Twitter-nya. Menurut Fahri, Novel Baswedan harus bersyukur bahwa dulu dirinya kerap mengkritik lembaga antirasuah tersebut.
"Dulu hampir gak ada yang berani mengkritik KPK. Maka Kalau saya buka kembali temuan temuan penyimpangan di KPK yang lama luar biasa. Itu terjadi karena KPK tanpa kritikus. Sekarang beda!" tutur Fahri dalam rentetan cuitannya yang dikutip, Kamis (6/4/2023).
Dalam menjalankan fungsi pengawasan DPR, Fahri kerap mempersoalkan cara kerja KPK. Ia bersyukur tak pernah menjadi sasaran KPK meskipun kerap mengkritik.
"Sekarang situasi berbalik, KPK nyaris tidak punya pendukung. Semua sedang berbalik untuk menyerang KPK. Sementara saya sudah pensiun dan tidak lagi bertugas sebagai pengawas. Ke mana kawan-kawan yang dahulu menjadi pemuja KPK itu? Mengapa sekarang semua meninggalkan KPK sendirian?" tanya Fahri.
"Dalam situasi seperti itulah saya ingin mengingatkan, bahwa KPK dengan pengawasan yang banyak adalah KPK yang lebih mungkin mengurangi penyimpangan yang ada di dalam. KPK sekarang ada Dewan Pengawas yang kuat, dulu tidak ada sama sekali dan tidak tersentuh pengawasan," ucapnya.
Tawaran itu bermula ketika Fahri Hamzah membeberkan perjuangan mengawasi KPK melalui akun Twitter-nya. Menurut Fahri, Novel Baswedan harus bersyukur bahwa dulu dirinya kerap mengkritik lembaga antirasuah tersebut.
"Dulu hampir gak ada yang berani mengkritik KPK. Maka Kalau saya buka kembali temuan temuan penyimpangan di KPK yang lama luar biasa. Itu terjadi karena KPK tanpa kritikus. Sekarang beda!" tutur Fahri dalam rentetan cuitannya yang dikutip, Kamis (6/4/2023).
Dalam menjalankan fungsi pengawasan DPR, Fahri kerap mempersoalkan cara kerja KPK. Ia bersyukur tak pernah menjadi sasaran KPK meskipun kerap mengkritik.
"Sekarang situasi berbalik, KPK nyaris tidak punya pendukung. Semua sedang berbalik untuk menyerang KPK. Sementara saya sudah pensiun dan tidak lagi bertugas sebagai pengawas. Ke mana kawan-kawan yang dahulu menjadi pemuja KPK itu? Mengapa sekarang semua meninggalkan KPK sendirian?" tanya Fahri.
"Dalam situasi seperti itulah saya ingin mengingatkan, bahwa KPK dengan pengawasan yang banyak adalah KPK yang lebih mungkin mengurangi penyimpangan yang ada di dalam. KPK sekarang ada Dewan Pengawas yang kuat, dulu tidak ada sama sekali dan tidak tersentuh pengawasan," ucapnya.
Lihat Juga :