Yusril Temui Prabowo di Kertanegara Sore Ini, Bahas Koalisi Besar
Kamis, 06 April 2023 - 14:09 WIB
loading...
A
A
A
Anggota Komisi III DPR ini menjelaskan, sosok calon wakil presiden (cawapres) akan dibicarakan dalam pertemuan koalisi besar nantinya. Semua aspirasi, mulai dari Gerindra yang menawarkan Prabowo sebagai calon presiden (capres), Yusril sebagai cawapres, dan PKB menawarkan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan lain sebagainya, akan dibahas bersama.
"Nanti sama-sama kita bicarakan. Kalau Gerindra tentu adabnya kami terikat dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya dengan PKB, capres dan cawapres kami harus dibicarakan oleh dua orang tersebut. Jadi apa pun tadi tawaran dari Pak Yusril ya disampaikan kedua orang tersebut untuk dibahas," katanya.
Baca juga: Momen Keakraban HT dan Prabowo Subianto di Kertanegara
Pertemuan Yusril dan Prabowo juga akan membahas sistem pemilu. Partai Gerindra dan PBB sendiri berbeda pendapat, Gerindra ingin sistem pemilu proporsional terbuka, sedangkan PBB sistem proporsional tertutup.
"Kalau soal sistem proporsional Partai Gerindra tetap berpendirian harus terbuka karena bangsa ini sangat majemuk dan itu adalah hak rakyat yang sudah sangat susah payah kita dapatkan. Mendapatkannya nggak gampang itu juga salah satu hasil reformasi, proporsional terbuka ini rakyat punya hak untuk menentukan langsung calon-calonnya di DPR," kata Habiburokhman.
"Nanti sama-sama kita bicarakan. Kalau Gerindra tentu adabnya kami terikat dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya dengan PKB, capres dan cawapres kami harus dibicarakan oleh dua orang tersebut. Jadi apa pun tadi tawaran dari Pak Yusril ya disampaikan kedua orang tersebut untuk dibahas," katanya.
Baca juga: Momen Keakraban HT dan Prabowo Subianto di Kertanegara
Pertemuan Yusril dan Prabowo juga akan membahas sistem pemilu. Partai Gerindra dan PBB sendiri berbeda pendapat, Gerindra ingin sistem pemilu proporsional terbuka, sedangkan PBB sistem proporsional tertutup.
"Kalau soal sistem proporsional Partai Gerindra tetap berpendirian harus terbuka karena bangsa ini sangat majemuk dan itu adalah hak rakyat yang sudah sangat susah payah kita dapatkan. Mendapatkannya nggak gampang itu juga salah satu hasil reformasi, proporsional terbuka ini rakyat punya hak untuk menentukan langsung calon-calonnya di DPR," kata Habiburokhman.
(abd)
Lihat Juga :