Dituding Jegal Pencapresan Anies, Kubu Moeldoko Sebut AHY Baperan dan Mudah Panik

Selasa, 04 April 2023 - 09:47 WIB
loading...
Dituding Jegal Pencapresan...
Kepala Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat KLB Pimpinan Moeldoko, Syaiful Huda Ems menilai pidato AHY mempertontonkan kepanikan yang luar biasa. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepala Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat (PD) KLB Pimpinan Moeldoko , Syaiful Huda Ems menilai pidato Ketua Umum (Ketum) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mempertontonkan kepanikan yang luar biasa.

"Terlihat nyata rasa takut kehilangan segala-galanya sangat menghantui sulung SBY ini. Dapat disimak dari bahasa tubuh, ungkapan dan pilihan narasi AHY yang berseliweran tak beraturan," ujar Syaiful dalam keterangannya, Selasa (4/4/2023).

Baca juga: Disebut AHY Ajukan PK Kepengurusan Partai Demokrat, Moeldoko: Ora Ngerti Aku



Syaiful melihat AHY mengaitkan satu dengan yang lain yang tidak ada hubungannya sama sekali. Seakan ingin meminta tolong pada kawan Koalisi Perubahan bahwa gangguan ini sungguh sangat berat.

AHY lupa bahwa Peninjauan Kembali (PK) yang dilakukan Demokrat Kubu Moeldoko adalah satu hal yang sangat wajar. Karena PK adalah satu upaya hukum yang diatur oleh konstitusi Indonesia dalam mendapatkan kepastian hukum yang berkeadilan dan bermanfaat.

"Apa yang salah dengan PK? PD KLB tidak akan pernah membiarkan tirani Cikeas ini dengan semena-mena membegal Partai Demokrat untuk mereka kuasai," tandasnya.

Dia menilai hal yang sangat lucu saat mendengar AHY mengatakan bahwa PK yang diajukan kubu Moeldoko bersama Johni Allen Marbun merupakan upaya intervensi politik Moeldoko sebagai KSP di ranah yudikatif. Lebih lucunya lagi ketika AHY menganggap upaya hukum PK itu merupakan upaya penjegalan pencapresan Anies Baswedan, serta upaya untuk menggagalkan Koalisi Perubahan yang digagas Partai Demokrat bersama Nasdem dan PKS.

"Menurut pikiran kotor AHY, salah satu cara untuk menggagalkan pencapresan Anies dan untuk membubarkan Koalisi Perubahan adalah dengan cara merebut atau mengambil alih Partai Demokrat, karena menurutnya Partai Demokrat merupakan salah satu kekuatan perubahan selama ini. Lucu sekali bukan? Dasar politisi pemula yang baru mulai belajar bicara," tukasnya.

Syaiful menegaskan bahwa PK tidak ada hubungannya sama sekali dengan KSP. Persoalan Moeldoko menjabat KSP sekaligus menjadi Ketum Partai Demokrat KLB sepenuhnya adalah persoalan personal bukan institusional KSP. PK yang diajukan oleh kubu Moeldoko juga bukan bentuk dari intervensi politik di ranah yudikatif, sebab PK itu upaya hukum yang dilindungi oleh konstitusi atau undang-undang (UU).

"Memangnya kami mau menempuh cara yang selama ini dipakai oleh Partai Demokrat pimpinan AHY, dimana setiap ada masalah internal partai harus dikembalikan dan diproses oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yang tiada lain yakni SBY, bapaknya si AHY sendiri," tandas Syaiful.

Oleh karena itu, menurut Syaiful, masyarakat Indonesia harus diberikan pemahaman yang utuh dan menyeluruh bahwa keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukanlah pendiri apalagi pemilik Partai Demokrat. Mereka yang aslinya pembegal dan merampas partai dari para pendirinya.

Ia pun menilai AHY sebagai anak kemarin sore yang gampang terbawa perasaan (baper) dan mudah panik. "AHY memang anak kemarin sore yang lucu, baperan dan mudah panik," kata Syaiful.

Baca juga: AHY Sebut PK Moeldoko Upaya Gagalkan Pencapresan Anies Baswedan

"Budaya lebay, warisan yang mengalir tanpa filter. Masyarakat tertawa sembari menilai bagaimana bisa AHY menyatakan PK Partai Demokrat KLB sudah diajukan yang ke enam belas kalinya? Memangnya ada PK yang diajukan sampai 16 kali? Mari kita semua tertawa," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Rekomendasi
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Berita Terkini
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved