3 Gubernur Jawa Tengah dari PDIP, Nomor 2 Tangannya Pernah Dicium Jokowi

Senin, 03 April 2023 - 06:28 WIB
loading...
3 Gubernur Jawa Tengah...
Tiga Gubernur Jawa Tengah dari PDIP atau Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan diulas dalam artikel ini. Foto/Dok PDIP
A A A
JAKARTA - Tiga Gubernur Jawa Tengah dari PDIP atau Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan diulas dalam artikel ini. Nomor 2 adalah tokoh yang tangannya pernah dicium oleh Joko Widodo ( Jokowi ).

PDIP adalah partai politik (parpol) peserta Pemilu 2024 bernomor urut tiga. Partai berlambang kepala banteng bermoncong putih ini dipimpin oleh putri Presiden pertama RI Soekarno, Megawati Soekarnoputri.

PDIP tercatat sudah tiga kali menjadi pemenang pemilu legislatif (pileg) sejak era reformasi, yakni pada 1999, 2014, dan 2019. Parpol ini banyak mengantarkan kadernya menjadi kepala daerah termasuk Gubernur Jawa Tengah.

Baca juga: Ini 7 Provinsi Lumbung Suara PDIP pada Pemilu 2019

Nah, sepanjang sejarah, terdapat tiga Gubernur Jawa Tengah yang berasal dari PDIP. Siapa saja?

1. Ali Mufiz

3 Gubernur Jawa Tengah dari PDIP, Nomor 2 Tangannya Pernah Dicium Jokowi

Foto/Istimewa

Pria kelahiran 21 Juli 1944, Jepara, Jawa Tengah (Jateng) ini pernah menjabat Gubernur Jateng periode 28 September 2007 hingga 23 Agustus 2008 menggantikan gubernur sebelumnya, Mardiyanto yang diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri. Sebelumnya, Ali Mufiz merupakan wakil Mardiyanto.

Mereka adalah pemenang dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng pada 2003. Kala itu, pemilihan dilakukan oleh DPRD Jateng pada 24 Juli 2003.

Pasangan Mardiyanto-Ali Mufiz menjadi pemenang dalam pemilihan tersebut dengan perolehan 62 suara dari 99 orang anggota DPRD Jateng.

2. Bibit Waluyo

3 Gubernur Jawa Tengah dari PDIP, Nomor 2 Tangannya Pernah Dicium Jokowi

Foto/Antara

Pria kelahiran 5 Agustus 1949 Polanharjo, Klaten ini pernah menjabat Gubernur Jateng periode 23 Agustus 2008 hingga 23 Agustus 2013. Kala itu, PDIP mengusung pasangan Bibit Waluyo-Rustriningsih maju Pilgub Jateng 2008.

Mereka ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng terpilih periode 2008-2013 yang meraih 6.084.261 suara. Mereka dilantik di Gedung DPRD Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang pada 23 Agustus 2008 oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto.

Sebelum menjadi orang nomor satu di Jateng, Bibit Waluyo pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di militer. Salah satunya adalah Dantonpur Kodam II/Bukit Barisan.

Baca juga: Membaca kelemahan Bibit Waluyo di Pilgub Jateng

Letnan Jenderal (Letjen) TNI Purnawirawan ini juga pernah menjabat Danyonif 407/Padma Kusuma pada periode 1986-1988, Dandim 0703/Cilacap periode 1992-1993, Danrem 043/Garuda Hitam periode 1996-1997, dan Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV/Diponegoro periode 1997-1999.

Bibit juga pernah menjabat Pangdam IV/Diponegoro periode 1999-2000, Komandan Seskoad periode 2000-2001, Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) periode 2001-2002, dan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) periode 2002-2004.

Bibit Waluyo pernah berseteru dengan Jokowi. Perseteruan itu terjadi ketika Bibit masih menjabat Gubernur Jateng dan Jokowi menjabat Wali Kota Solo.

Nah, Jokowi ketika masih menjabat Gubernur DKI Jakarta pernah mencium tangan Bibit Waluyo. Momen tersebut terjadi saat mereka bertemu di acara pelantikan Fransiskus Xaverius (F.X) Hadi Rudyatmo sebagai Wali Kota Surakarta di Gedung DPRD Surakarta, Jalan Adi Sucipto, Solo, Jumat 19 Oktober 2012.

Ketika itu, Jokowi datang bersama istrinya, Iriana lebih awal dari Bibit Waluyo. Saat Bibit tiba di lokasi, Jokowi yang mengenakan setelan jas warna hitam ikut menyambut mantan atasannya itu di Halaman DPRD.

Jokowi menunduk 45 derajat saat Bibit turun dari mobil. Kemudian, Jokowi mencium tangan Bibit yang mengenakan setelan jas dan peci warna hitam serta dasi merah. Ketika itu Bibit hanya tersenyum lebar.

3. Ganjar Pranowo

3 Gubernur Jawa Tengah dari PDIP, Nomor 2 Tangannya Pernah Dicium Jokowi

Foto/Dok SINDO

Pria kelahiran 28 Oktober 1968, Karanganyar ini merupakan Gubernur Jateng dua periode, sejak 2013 hingga saat ini. Sebelumnya, Ganjar merupakan anggota Komisi IV DPR (Bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, dan Pangan) periode 2004-2009.

Kader PDIP ini juga pernah menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR (Bidang Pemerintahan Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi, Pemilu, Pertanahan, dan Reformasi Agraria) periode 2009-2013. Dia juga pernah menjadi anggota Pansus Angket Bank Century di DPR periode 2009-2010 dan anggota Timwas Century di DPR periode 2010-2013.

Tak hanya itu, ketika masih menjadi wakil rakyat, Ganjar pernah menjabat Ketua Pansus RUU tentang Partai Politik di DPR periode 2007-2009 dan Ketua Pansus tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD di DPR periode 2007-2009. Alat Kelengkapan Dewan (AKD) lainnya yang pernah dijabat Ganjar adalah anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR periode 2004-2010.

Baca juga: Menakar Elektabilitas Ganjar Usai Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Kemudian, Ganjar juga pernah menjadi Sekretaris Fraksi PDIP MPR (2009-2010), Sekretaris I Fraksi PDIP DPR (2007-2009), dan Wakil Sekretaris Fraksi PDIP DPR (2010-2013). Ganjar merupakan salah satu kepala daerah yang namanya sering masuk bursa calon presiden (capres) 2024 di sejumlah lembaga survei.

Tidak sedikit juga kelompok relawan pendukung pria yang identik dengan rambut putih ini untuk maju ke Pilpres 2024. Ganjar juga salah satu tokoh yang menolak keikutsertaan Timnas Israel pada Piala Dunia U20 yang sedianya digelar di Indonesia.

Namun, Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) memutuskan mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Instagram Ganjar pun diserbu netizen setelah Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Netizen menganggap Ganjar sebagai salah satu penyebab pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 itu. Situasi terkini di Tanah Air menjadi alasan FIFA membatalkan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Ahmad Khozinudin: Kami...
Ahmad Khozinudin: Kami Nyatakan Perang Terbuka secara Hukum Melawan Joko Widodo
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Wakil Kepala BPS Canangkan...
Wakil Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah: Ada Jutaan Harapan di Balik Data Statistik
SPMB Jateng 2026 Dibuka,...
SPMB Jateng 2026 Dibuka, Cek Tata Cara Pemilihan Sekolah Tujuan
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Rekomendasi
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Berita Terkini
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved