Cegah Terpapar Radikalisme, Literasi Digital Syarat Utama Belajar Agama di Dunia Maya
Jum'at, 31 Maret 2023 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
Selain radikalisme, waspadai ujaran kebencian dan hoaks. Hanya 32% responden penduduk Indonesia yang merasa yakin atau pun sangat yakin dapat mengidentifikasi hoaks. Mayoritas menganggap keberadaan berita atau informasi yang salah, tidak sesuai fakta atau hoaks merupakan permasalahan serius.
“Setidaknya 12% responden mengaku pernah menyebarkan berita hoaks. Mereka mayoritas beralasan hanya meneruskan berita yang sudah tersebar tanpa memikirkan hoaks atau bukan. Sebagian besar responden 45% juga tidak tahu bahwa berita tersebut ternyata hoaks,” katanya.
Peneliti Asia-Japan Research Institute Riza Nurdin mengatakan ada empat panduan belajar agama di dunia maya yaitu menggunakan internet sebagai wasilah mengamalkan hadits, selektif dalam memilih sumber, tetap memiliki guru di dunia nyata serta meningkatkan literasi digital.
“Literasi digital merupakan kecakapan penting yang harus dipenuhi dalam proses belajar agama di dunia maya agar selamat di dunia dan akhirat,” jelasnya.
“Setidaknya 12% responden mengaku pernah menyebarkan berita hoaks. Mereka mayoritas beralasan hanya meneruskan berita yang sudah tersebar tanpa memikirkan hoaks atau bukan. Sebagian besar responden 45% juga tidak tahu bahwa berita tersebut ternyata hoaks,” katanya.
Peneliti Asia-Japan Research Institute Riza Nurdin mengatakan ada empat panduan belajar agama di dunia maya yaitu menggunakan internet sebagai wasilah mengamalkan hadits, selektif dalam memilih sumber, tetap memiliki guru di dunia nyata serta meningkatkan literasi digital.
“Literasi digital merupakan kecakapan penting yang harus dipenuhi dalam proses belajar agama di dunia maya agar selamat di dunia dan akhirat,” jelasnya.
(cip)
Lihat Juga :