Deretan Kabareskrim Sukses Jadi Kapolri, Nomor 2 dan 4 Mantan Ajudan Presiden
Kamis, 30 Maret 2023 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1981 dari satuan Reserse ini diangkat menjadi Kapolri di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sutarman menggantikan seniornya Jenderal Polisi Timur Pradopo yang memasuki masa purna tugas. Sutarman menjabat sebagai Kapolri ke 21 selama dua tahun yakni 2013 hingga 2015.
Karier pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Timur pada 5 Oktober 1957 terbilang moncer. Sejumlah jabatan penting di Korps Bhayangkara pernah diemban mantan ajudan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini.
Berikut ini posisi strategis yang pernah dijabat Sutarman di antaranya:
• Kapolsek Dayeuh Polres Bandung Polda Jabar
• Kasat Lantas Polres Sumedang Polda Jabar
• Kapolsek Kebon Jakarta Barat
• Kapolsek Penjaringan Jakarta Utara
• Kapolres Lombok Timur Polda NTB
• Kapolres Metro Bekasi Polda Metro Jaya
• Ajudan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
• Kapoltabes Palembang Polda Sumsel
• Dirreskrim Polda Jatim
• Kapolwiltabes Surabaya Polda Jatim
• Kapolda Kepri
• Kapolda Jawa Barat
• Kapolda Metro Jaya
• Kabareskrim Polri
• Kapolri
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1988 ini tercatat sebagai Kabareskrim ke 20. Idham Azis menduduki jabatan Kabareskrim selama kurang dari setahun yakni 22 Januari hingga 1 November 2019.
Bisa dikatakan, pria kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara pada 30 Januari 1963 ini merupakan sosok Pati Polri yang memiliki karier cukup cemerlang dan kenaikan pangkat cukup cepat saat bergabung dengan Tim Bareskrim.
Bersama Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose, dan Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Idham Azis berhasil melumpuhkan gembong teroris Dr Azhari Cs di Batu, Malang, Jawa Timur. Berkat keberhasilannya itu, Idham mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu Jenderal Polisi (Purn) Sutanto.
Idham Azis juga sukses melakukan investigasi mengungkap kasus pembunuhan tiga siswi SMA di Poso oleh kelompok teroris Santoso. Bahkan, Idham juga ikut dalam Operasi Tinombala yakni, operasi militer gabungan bersama TNI di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah untuk memburu teroris yang tergabung dalam Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso.
Keberhasilan Idham Azis dalam menjalankan misi operasi dan loyalitasnya dalam mengemban amanah membuat kariernya terus menanjak. Dia kemudian diangkat menjadi Kapolri ke 24 pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Karier pria kelahiran Sukoharjo, Jawa Timur pada 5 Oktober 1957 terbilang moncer. Sejumlah jabatan penting di Korps Bhayangkara pernah diemban mantan ajudan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini.
Berikut ini posisi strategis yang pernah dijabat Sutarman di antaranya:
• Kapolsek Dayeuh Polres Bandung Polda Jabar
• Kasat Lantas Polres Sumedang Polda Jabar
• Kapolsek Kebon Jakarta Barat
• Kapolsek Penjaringan Jakarta Utara
• Kapolres Lombok Timur Polda NTB
• Kapolres Metro Bekasi Polda Metro Jaya
• Ajudan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
• Kapoltabes Palembang Polda Sumsel
• Dirreskrim Polda Jatim
• Kapolwiltabes Surabaya Polda Jatim
• Kapolda Kepri
• Kapolda Jawa Barat
• Kapolda Metro Jaya
• Kabareskrim Polri
• Kapolri
3. Jenderal Polisi (Purn) Idham Azis
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1988 ini tercatat sebagai Kabareskrim ke 20. Idham Azis menduduki jabatan Kabareskrim selama kurang dari setahun yakni 22 Januari hingga 1 November 2019. Bisa dikatakan, pria kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara pada 30 Januari 1963 ini merupakan sosok Pati Polri yang memiliki karier cukup cemerlang dan kenaikan pangkat cukup cepat saat bergabung dengan Tim Bareskrim.
Bersama Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose, dan Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Idham Azis berhasil melumpuhkan gembong teroris Dr Azhari Cs di Batu, Malang, Jawa Timur. Berkat keberhasilannya itu, Idham mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu Jenderal Polisi (Purn) Sutanto.
Idham Azis juga sukses melakukan investigasi mengungkap kasus pembunuhan tiga siswi SMA di Poso oleh kelompok teroris Santoso. Bahkan, Idham juga ikut dalam Operasi Tinombala yakni, operasi militer gabungan bersama TNI di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah untuk memburu teroris yang tergabung dalam Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso.
Keberhasilan Idham Azis dalam menjalankan misi operasi dan loyalitasnya dalam mengemban amanah membuat kariernya terus menanjak. Dia kemudian diangkat menjadi Kapolri ke 24 pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Lihat Juga :