Ketum PBNU: Piagam PBB Titik Pangkal Segala Macam Perdamaian Secara Syariat
Selasa, 28 Maret 2023 - 01:57 WIB
loading...
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan Piagam PBB yang ditandatangani pada 26 Juni 1945, menjadi titik pangkal berbagai macam perdamaian secara syariat. Foto: SINDOnews/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang ditandatangani di San Francisco, Amerika Serikat, pada 26 Juni 1945, menjadi titik tolak (titik pangkal) berbagai macam perdamaian secara syariat.
Hanya Piagam PBB yang ditandatangani oleh 50 negara anggota saat itu yang dapat menghentikan perang.
Baca Juga: Temui Presiden Jokowi, Gus Yahya Bahas Formula Baru Perdamaian Dunia
"Titik tolak dari segala macam perdamaian itu secara syariat adalah Piagam PBB. alau tidak ada itu, tidak ada landasannya. Tanpa ada perjanjian itu, ya kita semua tidak pernah meninggalkan kewajiban perang," ujar Gus Yahya.
Hal itu disampaikan Gus Yahya dalam seminar nasional dengan tema "Prospek dan Tantangan Fiqih Peradaban sebagai Solusi Krisis Tata Dunia Global" yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Senin (27/3/2023).
Hanya Piagam PBB yang ditandatangani oleh 50 negara anggota saat itu yang dapat menghentikan perang.
Baca Juga: Temui Presiden Jokowi, Gus Yahya Bahas Formula Baru Perdamaian Dunia
"Titik tolak dari segala macam perdamaian itu secara syariat adalah Piagam PBB. alau tidak ada itu, tidak ada landasannya. Tanpa ada perjanjian itu, ya kita semua tidak pernah meninggalkan kewajiban perang," ujar Gus Yahya.
Hal itu disampaikan Gus Yahya dalam seminar nasional dengan tema "Prospek dan Tantangan Fiqih Peradaban sebagai Solusi Krisis Tata Dunia Global" yang diselenggarakan Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Senin (27/3/2023).
Lihat Juga :